Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan Sepeda Motor Bisa Turun 50 Persen Sepanjang 2020

Sepeda motor merupakan alat produksi, sehingga apabila perekonomian ke depan kurang baik, maka konsumen dipastikan menahan pembelian.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 15 Mei 2020  |  22:47 WIB
Pengendara kendaraan pribadi saat jam pulang kerja memadati jalanan di Jakarta, Rabu (6/5/2020). - BISNIS.COM
Pengendara kendaraan pribadi saat jam pulang kerja memadati jalanan di Jakarta, Rabu (6/5/2020). - BISNIS.COM

Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan sepeda motor di Indonesia diperkirakan terkoreksi 50 persen sepanjang tahun ini, akibat dampak penyebaran virus corona.
 
Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Johannes Loman menyatakan dampak pandemi Covid-19 sangat terasa bagi industri kendaraan roda dua. Dia memprediksi dampak tersebut akan memengaruhi setengah penjualan dari total pasar.
 
“Total market yang kami prediksi pada tahun ini mencapai 6,4 juta unit, mungkin bisa turun 40-50 persen,” ujarnya dalam diskusi Industry Roundtable secara daring, Jumat (15/5/2020).
 
Menurut Loman, penurunan tersebut disebabkan sepeda motor merupakan alat produksi, sehingga apabila perekonomian ke depan kurang baik, maka konsumen dipastikan menahan pembelian.
 
Selain itu, sebesar 70 persen pembelian sepeda motor menggunakan kredit. Pada saat bersamaan, perusahaan pembiayaan atau leasing ikut memperketat pemberian kredit kepada konsumen. 
 
“Memang yang kami pikirkan di asosiasi adalah bagaimana industri ini tetap bertahan. Memang, untuk bisa survive harus saling bahu membahu, antara vendor, agen pemegang merek, customer, jaringan, dan finance company,” ujarnya.
 
Loman mengungkapkan setidaknya ada 1 juta-2 juta orang yang terlibat di dalam industri sepeda motor. Sehingga, asosiasi merasa perlu untuk terus membangun komunikasi konstruktif dengan berbagai pihak, terutama dengan lembaga pembiayaan, agar industri sepeda motor mampu bertahan dari krisis.
 
Di sisi lain, industri sepeda motor dinilai harus mulai beradaptasi dengan situasi saat ini dan mengubah strategi operasional. Salah satu fokus yang dia tekankan adalah pentingnya digitalisasi dalam industri.
 
“Digitalisasi menjadi penting, di mana proses penjualan bisa memanfaatkan teknologi digital. Ini mungkin bisa jadi kesempatan di tengah Covid-19 untuk memaksa perusahaan melakukan peremajaan,” tutur Loman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepeda motor Virus Corona
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top