Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kembangkan Baterai Ultium, General Motors Siap Saingi Tesla

Dengan mengembangkan Ultium, GM membuka peluang baginya untuk bersaing dengan Tesla dalam menyediakan mobil listrik yang terjangkau dan berperforma tinggi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Maret 2020  |  14:59 WIB
General Motors - Reuters/Jeff Kowalsky
General Motors - Reuters/Jeff Kowalsky

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen mobil terbesar di Amerika Serikat, General Motors (GM), mengumumkan telah mengembangkan baterai baru, Ultium.

Dengan begitu, GM membuka peluang baginya untuk bersaing dengan Tesla dalam menyediakan mobil listrik yang terjangkau dan berperforma tinggi.

Inti dari strategi GM adalah sistem propulsi modular dan platform kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global generasi ketiga yang sangat fleksibel yang ditenagai oleh baterai Ultium.

Baterai baru itu memungkinkan GM untuk bersaing untuk hampir setiap pelanggan di pasar saat ini, apakah mereka mencari transportasi yang terjangkau, pengalaman mewah, truk kerja atau mesin berkinerja tinggi.

"Apa yang telah kami lakukan adalah membangun strategi EV multi-segmen dan dengan skala ekonomis yang menyaingi bisnis truk ukuran penuh kami dengan kompleksitas yang jauh lebih sedikit dan bahkan lebih banyak fleksibilitas," kata CEO GM Mary Barra, dalam pernyataan resmi, dikutip Senin (9/3/2020).

Baterai Ultium baru GM adalah unik di industri karena sel-sel kantong besar dapat ditumpuk secara vertikal atau horizontal di dalam kemasan baterai.

Ini memungkinkan para insinyur untuk mengoptimalkan penyimpanan dan tata letak energi baterai untuk setiap desain kendaraan.

Opsi energi Ultium berkisar dari 50 hingga 200 kWh, yang memungkinkan bisa menjangkau hingga 400 mil atau sekitar 643 km, dan kemampuan akselerasi kendaraan dari 0-100km per jam dalam waktu 3 detik.

Motor listriknya dirancang di mampu mendukung penggerak roda depan, penggerak roda belakang, dan penggerak semua roda.

Baterai ini sebagian besar dalam kemasan 400 volt dan kemampuan pengisian cepat hingga 200 kW sementara platform truk akan memiliki kemasan baterai 800 volt dan kemampuan pengisian cepat 350 kW.

Pendekatan modular dan fleksibel GM terhadap pengembangan EV akan mendorong skala ekonomi yang signifikan dan menciptakan peluang pendapatan baru.

Usaha patungan GM dengan LG Chem akan mendorong biaya sel baterai di bawah $100/kWh. Sel-sel menggunakan kimia kobalt, dengan terobosan teknologi dan manufaktur yang sedang berlangsung akan mendorong biaya lebih rendah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik otomotif general motors Kendaraan Listrik

Sumber : Antara

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top