Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

TAM Bahas Skema Daur Ulang Baterai Kendaraan Listrik

PT Toyota Astra Motor tengah melakukan pembahasan dengan prinsipal mengenai skema daur ulang baterai kendaraan listrik di Indonesia.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 29 Februari 2020  |  15:16 WIB
Toyota Aqua, mobil berteknologi hybrid di kelompok harga murah yang dipasarkan Toyota di Jepang. - Bisnis/Demis Rizky Gosta
Toyota Aqua, mobil berteknologi hybrid di kelompok harga murah yang dipasarkan Toyota di Jepang. - Bisnis/Demis Rizky Gosta

Bisnis.com, JAKARTA - PT Toyota Astra Motor tengah melakukan pembahasan internal bersama prinsipal terkait dengan skema daur ulang baterai kendaraan listrik.

Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy Suwandi mengatakan bahwa detail pembahasan masih berada di lingkup internal. Secara garis besar, TAM mendukung penuh penerapan skema daur ulang baterai di Indonesia. 

"Daur ulang baterai sudah kami pikirkan, bahkan kami telah melakukan pembahasan dengan prinsipal serta universitas terkait bagaimana daur ulang baterai," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Jakarta, Sabtu (29/2/2020). 

Toyota sejauh ini menjadi merek yang paling aktif meluncurkan model kendaraan terelektrifikasi, mulai dari All New Camry Hybrid, C-HR Hybrid, dan All New Corolla Hybrid. Selain itu, Toyota juga memiliki Alphard Hybrid. 

Anton mengatakan bahwa TAM menyadari kewajiban terkait dengan daur ulang limbah baterai karena sampai saat ini komponen listrik ataupun elektronik belum bisa didaur ulang di Indonesia. 

Sementara itu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sejak pertengahan tahun lalu menargetkan konsep daur ulang baterai kendaraan bermotor listrik (KBL) dapat rampung dalam kurun tiga tahun ke depan.

Target tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan kendaraan ramah lingkungan sesuai dengan industri 4.0. Wujud komitmen itu tertuang lewat Peraturan Presiden No 55/2019 tentang KBL yang resmi berlaku pada 2021. 

Anton mengatakan bahwa untuk mendukung langkah tersebut, Toyota telah menyampaikan komitmen investasi senilai Rp28 triliun ke Indonesia untuk lima tahun kedepan, termasuk produk terelektrifikasi. 

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) total penjualan dari pabrik ke diler mobil listrik/hibrida TAM mencapai 696 unit pada 2019 atau jauh lebih tinggi dari total impor utuh/completely built unit (CBU) yang berjumlah 653 unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik Kendaraan Listrik toyota astra motor
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top