Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Persaingan LSUV Kian Ketat, Rush Optimistis Masih Diterima Konsumen

PT Toyota Astra Motor TAM meyakini bahwa Toyota Rush masih mampu bersaing dengan sejumlah produk baru di segmen low sport utility vehicle (LSUV).
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 24 Februari 2020  |  02:30 WIB
Mobil Toyota Rush di Pajang saat pameran Indonseia International Motor Show 2018 di Jakarta, Minggu (22/4/2018). - Bisnis/Abdullah Azzam
Mobil Toyota Rush di Pajang saat pameran Indonseia International Motor Show 2018 di Jakarta, Minggu (22/4/2018). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Toyota Astra Motor TAM meyakini bahwa  Toyota Rush masih mampu bersaing dengan sejumlah produk baru di segmen low sport utility vehicle (LSUV).

Direktur Marketing TAM Anton Jimmy Suwandi mengatakan bahwa kehadiran produk baru di segmen LSUV dipastikan memperketat persaingan. Kendati demikian, dia percaya Toyota Rush masih menjadi pemimpin di segmen tersebut.

Pada 2019, Toyota Rush menjadi model LSUV paling laris  yang membukukan penjualan sebanyak 61.569 unit. Naik hampir 16 persen dibandingkan 2018. Sementara itu total wholesales LSUV pada 2019 mencapai 125.299 unit. 

"Tentu persaingan akan semakin ketat, tetapi rasanya Rush masih bisa diterima dengan baik oleh konsumen Indonesia," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Minggu (23/2/2020).

Pasar di segmen LSUV diprediksi masih menjadi primadona di Tanah Air seiring dengan kemunculan produk baru, seperti Suzuki XL7 dan Mitsubishi Xpander Cross. Keduanya mobil tersebut bersaing di rentang harga Rp230 juta hingga Rp290 jutaan. 

Pesaing lain di segmen serupa, Daihatsu Terios, masih kompetitif dengan harga jauh lebih murah yakni Rp201 jutaan. Adapun, sejumlah varian Toyota Rush dibanderol seharga Rp251 hingga Rp273 jutaan.

Anton mengatakan bahwa penjualan Rush pada Januari 2020 mencapai 4.499 unit, menurun 15,5 persen dibandingkan Januari 2019 yang mencatatkan penjualan 5.330 unit.

Menurutnya, secara keseluruhan, penurunan penjualan kendaraan roda empat pada awal tahun ini disebabkan oleh bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Jabodetabek. Selain itu, realisasi penjualan pada awal tahun memang cenderung melambat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suv low suv
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top