Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Ban 2020 Diharapkan Bergairah, Asosiasi Siapkan Strategi

Wabah virus corona di awal 2020 ini sempat membuat asosiasi ban khawatir. Mereka tetap berharap pasar ban tahun ini akan bergairah, sembari menyiapkan sejumlah strategi.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  19:23 WIB
Pekerja memroses karet untuk diproduksi menjadi ban kendaraan. - Bloomberg/Andrey Rudakov
Pekerja memroses karet untuk diproduksi menjadi ban kendaraan. - Bloomberg/Andrey Rudakov

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia berharap kondisi pasar ban dapat membaik pada 2020. Hal ini lantaran pasar ban cenderung stagnan pada dua tahun terakhir.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia, Azis Pane, menyatakan tahun 2020 cenderung lebih tenang ketimbang 2019 dan 2018. Diketahui, pada 2019 dan 2018 kondisi politik nasional cukup memanas lantaran adanya Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif.

“Iya 2020 diharapkan bergairah,” kata Azis kepada Bisnis, Kamis (20/02/2020).

Hal yang sama juga disampaikan oleh General Manager Sales Replacement and Shop Support PT Sumi Rubber Indonesia—Distributor Dunlop di Indonesia, Imam Oedarto. Menurut dia, pasar dapat tumbuh sekitar 5 persen pada tahun ini.

"Proyeksi dari kami penjualan ban akan tetap naik,” katanya di Cikarang, Jawa Barat.

Untuk menggairahkan pasar, Azis mengatakan pengusaha melakukan sejumlah langkah. Salah satunya dengan terjun langsung ke konsumen. Pasalnya, menurut dia, strategi promosi melalui iklan tidak begitu efektif.

Lantas, bagaimana bentuk "terjun langsung" ke konsumen? Salah satunya, asosiasi akan melakukan kampanye keamanan dan keselematan (safety campaign) kepada konsumen. Pihaknya bakal mengedukasi konsumen agar tidak menggunakan ban yang sudah gundul.

“Ban harus diperhatikan anginnya. Itu mau kami buat pada awal Maret ini di Cirebon, kerja sama dengan Jasa Marga,” ujar Azis.

Meski diharapkan membaik, dia mengatakan pasar perlu mewaspadai dampak dari virus corona. Diketahui industri otomotif dunia sempat terdampak oleh virus corona. Sejumlah pabrikan otomotif menghentikan produksinya lantaran tak mendapat suplai suku cadang dari China.

“Karena selama ini (dua tahun terakhir) adanya minimnya demand diharapkan 2020 meledak. Tapi tiba-tiba datang corona,” kata Azis.

Adapun pada 2019 Asosiasi Pengusaha Ban menyebut pasar ban Indonesia mengalami kelesuan. Kelesuan ini terjadi lantaran melambatnya daya beli masyarakat pada 2019. Sayangnya Azis tidak memaparkan angka pasti dari total pasar ban mobil pada 2019.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) ekonomi Indonesia tumbuh 5,02 persen sepanjang 2019, melambat dibandingkan tahun sebelumnya yang tumbuh 5,17 persen.

Kondisi itu antara lain disebabkan oleh pelambatan pertumbuhan konsumsi domestik. BPS mencatat tingkat konsumsi rumah tangga Indonesia hanya tumbuh 4,97 persen pada kuartal IV/2019, lebih rendah dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar 5,08 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobil
Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top