Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Persaingan di Pasar Otomotif Tahun Ini Kian Sengit

Persaingan akan ketat di antara para produsen, khususnya merek-merek Jepang di Indonesia.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 09 Januari 2020  |  22:16 WIB
Petugas memeriksa mobil produksi PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang siap diekspor. - Bisnis.com
Petugas memeriksa mobil produksi PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang siap diekspor. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memperkirakan persaingan di pasar kendaraan roda empat pada tahun ini akan lebih menantang dibandingkan tahun lalu.

Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra mengatakan bahwa pada tahun ini pihaknya tidak memasang target terlalu tinggi. Menurutnya, perseroan hanya menargetkan dapat mampu mencatatkan kinerja yang sama dengan 2019.

“Sama saja dengan tahun ini, kami orang yang tidak sesumbar. Bisa mempertahankan saja sudah udah lebih bagus. Tahun ini akan lebih susah karena kompetisi lebih ketat,” katanya Kamis, (9/1/2020).

Menurutnya, persaingan akan kian ketat di antara para produsen, khususnya merek-merek Jepang di Indonesia. Di sisi lain, dia menilai sejauh ini kehadiran merek China di pasar domestik belum terlalu memberikan persaingan berarti.

Sejauh in pangsa pasar proudusen merek-merek China baru mencapai sekitar 5%. Angka tersebut tidak terlalu berarti dibandingkan pangsa pasar pabrikan Jepang yang rata-rata di atas 10%. Adapun, Daihatsu memiliki pangsa pasar sekitar 17% pada 2019.

Dia menilai industri otomotif merupakan industri yang tidak hanya padat modal tetapi juga padat karya. Amelia mengatakan bahwa pabrikan China masih membutuhkan waktu untuk benar-benar bersaing dengan para produsen dari Negeri Matahari Terbit.

“Mereka butuh waktu, sementara kita sudah siapkan kondisi ini sejak tahun 70-an. Jadi peace of mind jadi strategi kita untuk memenangkan pertarungan memang jangka panjang. Jadi, bisnis otomotif perlu nafas panjang, duit besar, dan resource,” katanya.

Meski Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) belum merilis data resmi, Amel memproyeksikan bahwa total penjualan pada 2019 mengalami penurunan sebesar 11%. Daihatsu juga mengalami penurunan pada kisaran yang sama dengan total pasar.

“Angkanya belum final tapi diperkirakan turun sekitar 11%, kan Gaikindo belum rilis angkanya, jadi kita hanya bisa estimasi saja. Perkiraan kami pasar turun 11%—12%. Tapi kalau Daihatsu, kami umumkan tadi, turun sekitar 11%, sama dengan pasar turunnya,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penjualan mobil
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top