Pasar Dalam Negeri Lesu, Ekspor Kendaraan Masih Menggembirakan

Sekretaris Jenderal Gaikindo Kukuh Kumara optimistis total ekspor kendaraan utuh pada akhir tahun ini dapat mencapai 300.000 unit.
Ilman A. Sudarwan & Thomas Mola
Ilman A. Sudarwan & Thomas Mola - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  11:46 WIB
Pasar Dalam Negeri Lesu, Ekspor Kendaraan Masih Menggembirakan
ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Kenaikan ekspor kendaraan roda empat menjadi angin segar di tengah kelesuan industri otomotif nasional pada tahun ini. Para pelaku sektor otomotif pun optimistis kinerja ekspor tahun depan bakal terkerek lantaran adanya penambahan kapasitas produksi serta perluasan pasar.

Sekretaris Jenderal Gaikindo Kukuh Kumara menjelaskan berdasarkan performa hingga Oktober 2019, dia optimistis total ekspor kendaraan utuh pada akhir tahun ini dapat mencapai 300.000 unit. Angka tersebut sesuai dengan proyeksi yang ditetapkan oleh Gaikindo.

“Kami harapkan ekspor akan mencapai kisaran 300.000 untuk CBU [completely built up]. Untuk CKD [completely knocked down] belum tahu persis targetnya seperti apa, tapi yang jelas pasti ada peningkatan. Sampai Oktober ini peningkatannya tajam,” ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Kukuh optimistis tren positif kinerja ekspor pada tahun ini dapat berlanjut hingga 2020. Menurutnya, kapasitas produksi di dalam negeri juga masih dapat ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan ekspor pada tahun depan.

Dia mengatakan kinerja ekspor akan terbantu dengan aktivitas baru yang dilakukan sejumlah pabrikan. Salah satunya Isuzu yang akan mulai melakukan ekspor pada bulan depan untuk model pikap medium Traga.

Rencananya, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) akan melakukan ekspor perdana Traga pada 12 Desember 2019. Pada tahun depan, IAMI juga menargetkan Traga dapat mencatatkan ekspor sebanyak 9.000 unit.

Mitsubishi juga menyatakan akan terus menambah kapasitas produksinya untuk menunjang permintaan dari dalam dan luar negeri. Pabrikan terbesar ke-6 di Jepang ini akan berinvestasi senilai Rp500 miliar untuk meningkatkan kapasitas produksi di Indonesia menjadi 220.000 unit per tahun.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono juga mengatakan akan berupaya meneruskan tren positif ekspor merek Toyota pada tahun depan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan membuka peluang pasar baru.

“Kami terus berupaya agar catatan ekspor tetap positif, antara lain dengan cara melakukan studi-studi komprehensif untuk dapat menjajaki daerah tujuan ekspor baru serta mengembangkan variasi produk ekspor yang beragam,” ujarnya.

Sepanjang tahun ini TMMIN mencatatkan ekspor CBU sebanyak 178.500 unit pada Januari—Oktober. Dibandingkan dengan ekspor CBU pada periode yang sama pada tahun lalu kinerja ekspor Toyota meningkat sekitar 3%.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sepanjang Januari—Oktober, penjualan mobil menurun 11,75% secara tahunan menjadi 962.735 unit. Produksi kendaraan roda empat juga menurun 4,62% pada periode yang sama. Namun, kinerja ekspor kendaraan utuh meningkat 28,23% menjadi 275.364 unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ekspor Mobil

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top