Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Efisiensi, Audi Bakal Rumahkan 9.500 Karyawan

Strategi ini diharapkan dapat membuat Volkswagen AG, induk perusahaan Audi, untuk mengejar ketertinggalan dari Mercedes-Benz dan BMW AG.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 27 November 2019  |  13:00 WIB
ilustrasi - AUDI AG
ilustrasi - AUDI AG

Bisnis.com, JAKARTA – Audi berencana merumahkan 15% pekerjanya di Jerman untuk meningkatkan pendapatan sebesar US$6,6 miliar. Langkah ini merupakan bagian dari rencana restrukturisasi biaya untuk mengakomodasi pengembangan mobil listrik.

Dikutip dari Bloomberg, strategi ini diharapkan dapat membuat Volkswagen AG, induk perusahaan Audi, untuk mengejar ketertinggalan dari Mercedes-Benz dan BMW AG, serta mengamankan diri dari ancaman kehadiran Tesla.

Hingga 2025, Audi berencana memangkas sekitar 9.500 pekerja di Jerman di dua pabrik utama mereka di negara tersebut. Pengurangan tenaga kerja ini akan dilakukan dengan menawarkan pensiun dini kepada karyawannya. Audi mengklaim rencana ini telah mendapatkan persetujuan dari perwakilan pekerja Audi.

Meski melakukan efisiensi besar-besaran, diperkirakan Audi akan menggaransi sekitar 50.000 pekerjanya hingga 2029. Audi juga menyatakan, rencana restrukturisasi ini akan membuka 2.000 lapangan kerja baru untuk pengembangan mobil listrik.

“Kami sedang menyelesaikan persoalan struktural untuk mempersiapkan Audi dalam menghadapi tantangan di masa depan. Hingga saatnya tiba, kami akan mempersiapkan Audi menjadi lebih lincah dan lebih efisien,” ujar CEO Audi Bram Schot, dikutip dari Bloomberg, Rabu (27/11/2019).

Audi dan semua pabrikan Eropa tengah membutuhkan investasi besar untuk mengikuti peraturan emisi yang berlaku di benua tersebut. Namun, faktor perang dagang serta Brexit membuat pergeseran ke arah mobil terelektrifikasi menjadi lebih kompleks.

Pabrikan mobil mewah ketiga terbesar di dunia ini tengah berupaya mengembangkan platform baru untuk mobil terelektrifikasi. Rencanaya Audi akan merilis lima model mobil listrik dan tujuh model hibrida plug in dalam 2 tahun ke depan. Pada 2025, mereka menargetkan memiliki lebih dari 30 model terlektrifikasi.

Namun, pengembangan mobil dengan teknologi baru itu sangat berdampak terhadap neraca keuangan Audi. Pengembangan model mobil listrik E-Tron pada tahun lalu menjadi salah satu penyebab turunnya laba perusahaan pada tahun lalu.

E-Tron merupakan model mobil listrik Audi yang diproduksi di Brussel, Belgia. Audi rencananya juga akan melakukan produksi mobil listrik di dua pabrik utama mereka di Jerman, yakni di Ingolstadt dan Neckarsulm.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

audi
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top