Pasar Sedan Buntung Susut, Begini Alasannya

Penyusutan pasar mobil sedan buntung atau hatchback di pasar domestik ditengarai merupakan dampak dari karakterstik masyarakat yang lebih membutuhkan kendaran berkapasitas banyak penumpang.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 06 November 2019  |  00:45 WIB
Pasar Sedan Buntung Susut, Begini Alasannya
Jurnalis memotret mobil Toyota New Yaris saat diluncurkan di Jakarta, Selasa (20/2). New Yaris yang tampil untuk memenuhi kebutuhan konsumen segmen medium hatchback hadir dengan 6 varian CVT dan MT yang dipasarkan dengan harga Rp235,4 juta - Rp275,9 juta. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Penyusutan pasar mobil sedan buntung atau hatchback di pasar domestik ditengarai merupakan dampak dari karakterstik masyarakat yang lebih membutuhkan kendaran berkapasitas banyak penumpang.

Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), tercatat sedikitnya ada tujuh merek yang memasarkan model sedan buntung pada tahun ini, di antaranya Suzuki, Toyota, Honda, dan Mini.

Sepanjang Januari—September, penjualan sedan buntung di pasar domestik mencapai sekitar 30.953 unit, menurun 24,18% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini lebih tinggi dari kondisi industri yang secara umum mengalami kontraksi 12,03%.

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan bahwa karakteristik pasar di Indonesia lebih membutuhkan kendaraan berkapsaitas besar seperti mobil multiguna atau multipurpose vehicle (MPV).

Menurutnya, hal itu terlihat dari tingginya penjualan model-model Toyota pada segmen itu, seperti Rush, Avanza, dan Calya. Hal ini membuat pangsa pasar kendaraan seperti sedan buntung atau berukuran kompak sulit bersaing.

Di sisi lain, menurutnya pasar di Indonesia lebih didominasi oleh para pembeli mobil pertama. Para pembeli ini memiliki karakteristik dan kecenderungan membeli mobil multiguna. Adapun, pembeli sedan buntung biasanya merupakan pembeli kendaran kedua dan seterusnya.

“Pembeli kendaraan di Indonesia itu 70% adalah pembeli kendaran pertama, dan yang mereka butuhkan adalah model-model berukuran besar. Hal ini memang karakteristik yang unik dari konsumen di Indonesia,” katanya kepada Bisnis, Selasa (5/11/2019).

Hal ini menurutnya juga berkaitan dengan seberapa besar stimulus dari agen pemegang merek (APM) menstimulasi konsumen dengan mengeluarkan model baru pada segmen ini. Dalam beberapa tahun terakhir, tidak banyak model baru yang diluncurkan.

Padahal, menurutnya pembaruan dan penyegaran produk terbukti pernah berhasil mengangkat penjualan sedan buntung pada 2016. Kala itu, menurutnya pertumbuhannya berhasil menembus angka digit ganda.

Toyota, sejauh ini mencatatkan penunan sedan buntung penjualan pada Januari—September. Model New Yaris yang menjadi andalan terjual sebanyak 6.220 unit, menurun sekitar 19,26% dari penjualan pada Januari—September 2018 sebanyak 7.704 unit.

Meski begitu, Toyota masih mampu memegang sekitar 20,09% panga pasar sedan buntung di Tanah Air. Hal ini membuat Toyota berada pada posisi kedua dari segi pangsa pasar, masih mengungguli Suzuki yang duduk di posisi ketiga, tetapi harus kalah dari Honda yang berada di puncak.

Di ajang Tokyo Motor Show (TMS) 2019 beberapa waktu lalu, Toyota memperkenalkan All New Yaris 2020 yang akan dipasarkan di Jepang. Namun, mobil ini tampaknya tidak akan datang ke Indonesia waktu dekat.

Suryo, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa model Yaris yang dipasarkan di Indonesia saat ini dinilai masih memiliki performa cukup baik di pasar. Dia mengatakan belum ada kebutuhan untuk menggantinya dengan generasi terbaru.

“Model yang ada sekarang itu pertama kali dirilis 2 tahun lalu di Indonesia, dan sampai saat ini penjualannya masih cukup bagus,” tuturnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
toyota, hatchback

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top