Penjualan Toyota Avanza Asapi Mitsubishi Xpander

Penjualan Avanza selama 9 bulan pertama 2019 semakin tidak terkejar termasuk oleh Mitsubishi Xpander. Setelah mendapatkan penyegaran pada awal tahun, penjualan Avanza terus melaju, sementara Xpander sedikit melambat.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 28 Oktober 2019  |  23:10 WIB
Penjualan Toyota Avanza Asapi Mitsubishi Xpander
Model berpose saat peluncuran New Avanza dan New Veloz di Jakarta, Selasa (15/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA--Penjualan Avanza selama 9 bulan pertama 2019 semakin tidak terkejar termasuk oleh Mitsubishi Xpander. Setelah mendapatkan penyegaran pada awal tahun, penjualan Avanza terus melaju, sementara Xpander sedikit melambat.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat selama Januari-September 2019 Avanza mampu dikirimkan ke dealer sebanyak 65.146 unit, naik 14% dibandingkan periode yang sama 2018.

Dari jumlah itu, penjualan paling banyak dicatatkan oleh varian Avanza 1.3L yang berkontribusi hampir 75% terhadap total penjualan Avanza. Varian 1.5L yang paling laris adalah model Avanza Veloz tetapi secara volume tidak sebanyak varian terlaris 1.3L.

Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto sebelumnya mengatakan salah satu kekuatan Avanza ialah 1.3L yang sekaligus membedakan dengan model low multipurpose vehicle (LMPV) merek lain.

Avanza 1.3L membantu mengangkat image positif Avanza sebagai kendaraan fungsional tetapi tetap kuat di mata konsumen. Penyegaran yang dilakukan pada awal tahun membuat citra sebagai “kuda beban” kini tampil lebih modern dengan fitur yang lebih maju.

“Penyegaran Avanza menarik buat konsumen karena sudah waktunya untuk pergantian setelah 3-4 tahun. Jadi ada model baru dengan tampilan eksterior lampu LED dengan interior dan fitur entertaiment menarik juga,” ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.
Sedikit berbeda, penjualan Mitsubishi Xpander yang hanya menyediakan pilihan mesin 1.5L sedikit melambat. Sepanjang 9 bulan pertama 2019, penjualan wholesales Xpander tercatat sebanyak 48.195 unit, sementara periode yang sama 2018 sebanyak 60.717 unit.

Director of Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Irwan Kuncoro mengatakan pasar otomotif hingga September 2019 turun sekitar 10% dibandingkan periode yang sama 2018. Penjualan Mitsubishi juga sedikit melambat sehingga akan berupaya untuk menjaga pangsa pasar masing-masing segmen.

"Seiring dengan penurunan pasar, dia akan mengalami penurunan penjulan. Cuma yang penting kami pertahankan market share. Artinya, brand posisinya kami masih sustain, dari volume in line dengan pasar yang turun," ujarnya di sela-sela kegiatan Langit Biru Jakarta, Minggu (27/10/2019).

Irwan menyebutkan penjualan Xpander sedikit menantang karena pasar domestik yang melambat. Namun, Xpander masih mampu mempertahankan 28% pangsa pasar LMPV.

Sejauh ini varian Xpander Ultimate atau varian paling atas masih menjadi tulang punggung penjualan Xpander.

"Pajero Sport kami masih nomor satu market share 45%-an, sementara Xpander masih menantang tapi market share kami cukup baik di level 28% karena penjualan September turun," tambahnya.

Irwan memprediksi penjualan kendaraan nasional akan sedikit meningkat pada akhir tahun. Peningkatan penjualan itu diharapkan berdampak kepada Mitsubishi Motor yang juga meningkatkan aktivitas penjualan pada akhir tahun.

Dia enggan mengomentari kejutan yang disiapkan Mitsubishi Motors untuk akhir tahun ini. Namun, dia tidak menampik jika pihaknya tengah menyiapkan kejutan akhir tahun untuk mengerek penjualan.

"Mudah-mudahan ada kejutan akhir tahun. Kalau yang foto [produk baru] beredar itu tidak ada [komentar]," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top