B30 Bakal Diterapkan, Ini Catatan Hino

Direktur Penjualan dan Promosi PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) Santiko Wardoyo mengatakan penerapan B30 secara teknis tidak ada pengaruh kepada mesin, termasuk kendaraan produksi lama.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  13:19 WIB
B30 Bakal Diterapkan, Ini Catatan Hino
ilustrasi - Foto HMSI

Bisnis.com, JAKARTA – Hino Indonesia menegaskan siap mengikuti rencana pemerintah untuk menerapakan bahan bakar bauran biodiesel 30% (B30) pada 2020. Namun, perusahaan berharap pemerintah dapat mengurangi sisi negatif B20 pada kendaraan.

Direktur Penjualan dan Promosi PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) Santiko Wardoyo mengatakan penerapan B30 secara teknis tidak ada pengaruh kepada mesin, termasuk kendaraan produksi lama. B30 seperti halnya B20 hanya berdampak pada tangki, saluran bahan bakar dan life time filter solar.

“Yang sangat berpengaruh di tempat-tempat saluran solar seperti tangki karena B20 atau B30 ini lebih asam sehingga rentan untuk karat. Jadi perlu ada perubahan di tangki, saluran solar. Selain itu life time filter menjadi lebih pendek dua kali lipat,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (30/9/2019).

Santiko berharap Pertamina atau pun pemerintah mengurangi dampak sampingan (side effect) yang ditimbulan B30. Bagi konsumen yang memiliki banyak armada, life time filter solar yang lebih pendek membuat biaya operasional menjadi naik.

Dia menegaskan, Hino sangat berkomitmen mendukung program pemerintah karena Indonesia merupakan negara penghasil sawit. Tambah lagi, Hino memiliki pabrik di dalam negeri sehingga akan mengikuti semua ketetapan pemerintah.

“Kami pasti dukung demi kebaikan negara kita, cuma itu tadi side effect-nya harapannya bisa dikurangi, saya belum tahu solusinya bagaimana apalagi kalau naik ke B50 nanti,” katanya.

Kementerian Perindustrian menegaskan B30 akan mulai diterapkan pada tahun depan. Saat ini uji coba B30 masih terus dilakukan dengan melibatkan produksen kendaraan bermesin diesel.

Sejalan dengan upaya itu, pemerintah juga memiliki program Euro 4 pada 2021. Santiko menuturkan dari sisi teknis untuk Euro 4 Hino sangat siap karena telah melakukan ekspor mesin Euro 4 ke negara lain.

“Engine tidak masalah, tinggal dari pemerintah seperti apa dengan Euro 4 dan B30 itu. Kami akan coba, prinsipnya kami dukung sekarang sedang dalam proses studi dan kami tidak main-main karena punya pabrik di sini,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
biosolar, PT Hino Motors Sales Indonesia

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan
Top