AMMDes & Esemka Bima Jadi Andalan Kemenperin di Pameran Teknologi

Kementerian Perindustrian menampilkan AMMDes dan pikap Esemka, dua kendaraan yang dinilai tepat untuk wilayah pedesaan, pada gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XXI 2019 di Bengkulu.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 24 September 2019  |  18:27 WIB
AMMDes & Esemka Bima Jadi Andalan Kemenperin di Pameran Teknologi
Pekerja merakit mesin mobil Esemka di pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi, di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019)./JIBI - Bisnis/Chamdan Purwoko

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian menampilkan AMMDes dan pikap Esemka, dua kendaraan yang dinilai tepat untuk wilayah pedesaan, pada gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XXI 2019 di Bengkulu.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan pihaknya akan menampilkan produk unggulan dari PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI), dan PT Sefator Deos Maks.

“Selain itu, Kemenperin menampilkan produk hasil riset Balai Besar dan Balai Riset dan Standardisasi Industri,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (24/9/2019).

Putu menjelaskan pelaksanaan TTG nasional yang berlangsung pada 22-25 September 2019 menjadi ajang bagi para inventor, kreator, dan inovator teknologi dari desa-desa di berbagai daerah untuk mempromosikan hasil temuannya. Hal itu sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan inovasi teknologi dalam kesiapan menyongsong era industri 4.0.

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang diproduksi PT KMWI, jelasnya, merupakan salah satu produk yang tepat guna dan dapat meningkatkan produktivitas di desa secara efisien dan efektif. Pasalnya, AMMDes yang dilengkapi power take off (PTO) dapat menggerakan beragam alat pertanian dan mampu melintasi berbagai medan jalan.

“Jadi, semua aplikasi dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat di pedesaan. Sangat luas penggunaannya karena AMMDes ini juga dilengkapi PTO yang bisa menggerakkan alat-alat pertanian dan differential lock dengan ban yang bisa disesuaikan dengan medan jalannya sehingga tidak selip untuk menempuh medan ekstrim dan infrastruktur minim,” tambahnya.

Selain AMMDes, Esemka juga menarik perhatian para pengunjung. Pikap Bima merupakan produksi PT SMK yang saat ini telah bekerja sama dengan 30 industri komponen lokal. Pada tahun pertama, PT SMK menargetkan produksi sebanyak 3.500 unit pikap Bima.

Pabrik yang beroperasi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, ini akan menyerap tenaga kerja lokal hingga 300 orang. 

Pada kesempatan yang sama, Pemprov Bengkulu menandatangani pembelian 12 unit Esemka.

“Kami mengapresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu yang menandatangani pembelian 12 unit Esemka. Kami juga optimistis Esemka dapat meningkatkan produktivitas masyarakat desa,” tambahnya.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menambahkan pihaknya bangga terhadap kehadiran mobil Esemka sebagai produk industri dalam negeri.

“Siapa lagi kalau bukan kita yang bangga menggunakan produk dalam negeri ini. Harapan kami, tahun 2020 nanti, mobil Esemka sudah masuk e-katalog sehingga proses pengadaannya bisa lebih sederhana,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenperin, Mobil Esemka

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan
Top