China Bakal Batasi Jumlah Produsen Mobil Listrik

Pemerintah China bakal membatasi jumlah produsen mobil listrik lantaran industri yang dinilai terlalu padat.
Galih Kurniawan | 05 Juni 2019 09:41 WIB
Showroom Tesla di Beijing. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah China bakal membatasi jumlah produsen mobil listrik lantaran industri yang dinilai terlalu padat.

Dilansir Bloomberg, Selasa (5/6), jumlah produsen mobil listrik di China saat ini mencapai 486 perusahaan. Pembatasan itu ditempuh untuk mencegah kejatuhan industri otomotif.

Menurut sumber, salah satu langkah yang akan ditempuh Pemerintah China adalah dengan memperketat aturan bagi perusahaan yang belum memiliki unit manufaktur sendiri.

Hanya perusahaan yang memenuhi kriteria tertentu yang boleh melakukan outsourcing produksi. Aturan ini diharapkan bakal memicu hadirnya perusahaan yang kompetitif.

Perusahaan yang akan melakukan outsourcing produksi harus berinvestasi minimal US$580 juta untuk penelitian dan pengembangan dalam 3 tahun terakhir. Perusahaan tersebut juga harus mencatatkan penjualan 15.000 unit mobil listrik secara global selama 2 tahun terakhir.

Adapun kontrak produksi kendaraan antara startup mobil listrik dan produsen otomotif harus dilakukan minimal 3 tahun dengan kapasitas tahunan 50.000 unit setiap pabrik. Aturan tersebut terus dimatangkan dan bakal melalui uji publik.

Sejak 2011 hingga saat ini investasi industri mobil listrik di China diperkirakan mencapai US$18 miliar. Namun, pasar di segmen ini dinilai masih muda, belum lagi serbuan produsen asing seperti Tesla Inc. yang sangat kompetitif.

Outsourcing produksi selama ini menjadi pilihan bagi produsen otomotif anyar yang ingin segera meluncurkan produknya. Pasalnya pembangunan pabrik baru bisa menelan investasi jutaan dolar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mobil Listrik

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top