Pasar Domestik Lesu, Ekspor Kendaraan Melaju

Kendati pasar domestik mengalami perlambatan penjualan, kinerja ekspor utuh kendaraan asal Indonesia justru naik 25,6% pada kuartal I/2019. Kinerja positif ekspor itu diharapkan dapat didukung dengan regulasi yang memungkinkan Indonesia mengirimkan lebih banyak model kendaraan.
Thomas Mola | 15 Mei 2019 23:40 WIB
Petugas memasukkan mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang siap diekspor ke dalam kapal di IPC Car Terminal, PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (8/3/2017). - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA--Kendati pasar domestik mengalami perlambatan penjualan, kinerja ekspor utuh kendaraan asal Indonesia justru naik 25,6% pada kuartal I/2019. Kinerja positif ekspor itu diharapkan dapat didukung dengan regulasi yang memungkinkan Indonesia mengirimkan lebih banyak model kendaraan.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan, Indonesia harus mengembangkan market dalam negeri sehingga jenis kendaraan yang diekspor lebih banyak.

"Kalau kita hanya punya satu macam kendaraan tentu ekspor kita market-nya sempit. Tapi kalau market terbuka, dalam artian punya SUV, punya sedan, punya MPV maka kita bisa main ke mana saja. Kita ingin pemerintah mendukung dengan peraturan ke arah sana," ujarnya di Jakarta, Selasa (14/5/2019) malam.

Menanggapi target pemerintah untuk meningkatkan ekspor kendaraan hingga 400.000 unit pada tahun ini, Nangoi berpendapat, eskpor sangat tergantung pada prinsipal masing-masing merek.

Namun, mitra lokal dapat melakukan pendekatan sehingga produk tertentu bisa diproduksi di dalam negeri dan untuk pasar ekspor. Dia menyebutkan, terdapat beberapa model baru yang akan diekspor pada tahun ini.

"Saya tahu akan ada beberapa model baru yang akan diekspor tapi saya belum berani ngomong," paparnya.

Adapun, hingga kuartal I/2019, Gaikindo mencatat terdapat enam merek yang telah melakukan ekspor secara utuh (completely built up/CBU) yakni Toyota, Daihatsu, Mitsubihsi Motors, Suzuki, Hyundai, dan Suzuki. Total ekspor kendaraan CBU enam merek itu sebanyak 70.619 unit, naik dari 56.237 pada kuartal I/2018.

Ekspor merek Toyota yang dikapalkan oleh Toyota dan Daihatsu menjadi yang paling banyak berkontribusi terhadap ekspor CBU nasional. Model yang menjadi andalan ekspor Toyota ialah SUV Fortuner dan Rush.

Adapun, merek lain yang belum terdapat tetapi telah melakukan ekspor ialah Honda yang mengapalkan Brio pada akhir Maret 2019. Honda mengapalkan All New Honda Brio ke Filipina dan Vietnam.

Bisnis mencatat, terdapat beberapa merek telah menyatakan akan melakukan ekspor yakni Wuling yang berencana mengapalkan SUV Almaz, DFSK dengan Glory 580 dan Glory 560, dan Isuzu dengan pikap Traga.

Seperti diketahui, Kementerian Perindustrian menjadikan sektor otomotif sebagai salah satu sektor andalan untuk meningkatkan ekspor manufaktur. Pasalnya, dengan kapasitas terpasang sekitar 2,2 juta unit, pasar domestik sekitar 1,1 juta unit, terdapat utilisasi pabrik yang belum maksimal.

Kemenperin menargetkan ekspor untuh kendaraan asal Indonesia tahun ini naik ke angka 400.000 unit, naik sekitar 15% dibandingkan kinerja ekspor tahun 2018 yang sebanyak 264.553 unit. Salah satu strageti yang disiapkan ialah membuka pasar baru termasuk Australia.

Pekerjaan rumah pemerintah lainnnya ialah memperbaiki regulasi perpajakan kendaraan bermotor guna mendorong beragam model kendaraan tumbuh di dalam negeri seperti sedan hingga SUV. Pasar domestik nasional sejuah ini sangat mengandalkan model MPV.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ekspor Mobil

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top
Tutup