Ekspor Mobil Utuh Terus Tumbuh Kendati Pasar Global Lesu

Ekspor kendaraan utuh (complete build-up/CBU) Toyota bertumbuh tipis 2% yakni mencapai 46.130 unit pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 45.350 unit.
Aprianus Doni Tolok | 10 Mei 2019 22:50 WIB
Presiden Joko Widodo, dan Presiden Director PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Cahyono pada acara peluncurkan ekspor mobil Toyota di Jakarta. - TMMIN

Bisnis.com , JAKARTA - Ekspor kendaraan utuh (complete build-up/CBU) Toyota bertumbuh tipis 2% yakni mencapai 46.130 unit pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 45.350 unit.

Capaian tersebut cukup positif mengingat stagnasi pertumbuhan ekonomi global tahun ini kurang menguntungkan akibat peningkatan ketegangan dalam perdagangan global serta kondisi pasar keuangan yang fluktuatif. Hal itu menjadi tantangan besar bagi kinerja ekspor otomotif di Indonesia.

Bob Azam, Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengatakan bahwa performa positif kuartal pertama kali ini didukung model sport utility vehicle (SUV) Fortuner menempati posisi sebagai kontributor terbesar.

“Sejak 5 tahun terakhir, Fortuner konsisten menjadi model SUV penyumbang terbesar bagi prestasi ekspor Toyota Indonesia. Pada 2019, Toyota menargetkan pertumbuhan ekspor di atas 5% meski situasi makro ekonomi dunia masih tidak menentu. Saat ini kami fokus untuk mencari pasar-pasar ekspor nontradisional baru untuk mencapai target tersebut,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (10/5/2019).

Kendaraan yang menjadi favorit di kawasan GCC, Amerika Selatan, dan Asean ini tercatat menyumbangkan total 11.165 unit atau 24% dari total ekspor CBU kendaraan Toyota. Selain itu, model SUV kecil Rush menyumbang 8.800 unit atau 19% dan model Agya dikirim sebanyak 8.600 unit atau menyumbang 18% pada pertumbuhan ekspor.

Model-model CBU bermerek Toyota lain seperti Vios tercatat berhasil diekspor sebanyak 5.500 unit, Avanza 5.780 unit, Town Ace/Lite Ace 3.715 unit, serta Kijang Innova, Sienta, dan Yaris dengan total ekspor 2.570 unit.

Angka yang ditorehkan Toyota tersebut berbeda dengan catatan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) karena sudah digabungkan dengan ekspor Daihatsu di mana sejumlah model kendaraan Toyota seperti Avanza dan Rush tercatat diekspor olehnya.

Bila mengacu pada data Gaikindo menunjukkan ekspor utuh Toyota pada kuartal I/2019 adalah 19.793 unit dan jumlah tersebut turun 15% dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 23.283 unit. Sedangkan Daihatsu berhasil memimpin pasar ekspor kendaraan utuh dengan angka 26.116 unit. Jumlah tersebut tumbuh 20,5% dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 21.682 unit. '

Lalu, di posisi ke-3, Mitsubishi Motor mencatatkan jumlah ekspor mencapai 14.775 unit atau berkontribusi 20,9% dan Suzuki tercatat mengekspor 8.439 unit atau berkontribusi sebesar 12%.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ekspor Mobil

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top
Tutup