Toyota: Buktikan Kalau Xpander Bisa Kalahkan Avanza!

Persaingan Toyota New Avanza dan Mitsubishi Xpander pada tahun ini diprediksi bakal makin seru. Kedua model itu telah bersaing khususnya tahun lalu dan Avanza masih mampu bertahan sebagai model terlaris nasional, unggul tipis atas Xpander.
Thomas Mola | 14 Maret 2019 20:20 WIB
Xpander Tons of Real Happiness di gelar di Serpong, Tengarang Selatan, sebagai kota terakhir dari rangkaian 9 kota. - Bisnis.com/TOM

Bisnis.com, JAKARTA--Persaingan Toyota New Avanza dan Mitsubishi Xpander pada tahun ini diprediksi bakal makin seru. Kedua model itu telah bersaing khususnya tahun lalu dan Avanza masih mampu bertahan sebagai model terlaris nasional, unggul tipis atas Xpander.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, Avanza masih bercokol sebagai model terlaris dengan raihan 82.167 unit, atau meraih pangsa sebesar 7,1% dari total pasar nasional 2018. Avanza telah lama menjadi model terlaris dan kini menghadapi tantangan serius.

Xpander sebagai pendatang baru mampu fenomenal dengan menguntit pada posisi kedua yakni sebanyak 75.075 unit dan meraih 6,5% pangsa pasar otomotif nasional. Desain yang sportif dengan sokongan mesin 1.5 cc menjadi salah satu nilai jual Xpander.

Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan Xpander tidak sekuat Honda Mobilio atau Suzuki Ertiga sebagai penantang Avanza. Avanza pernah mencapai 21.000 unit per bulan pada Juli 2013.

Hal itu nampak dari wholesales Xpander yang berkisar 7.000-an unit, sementara Mobilio dan Ertiga pada 2013 dan 2014 pernah mencapai 10.000-an hingga 11.000-an unit per bulan.

"Dia [Xpander] baru setara sama Xenia level 7.000an, belum bisa di atas itu, jadi belum bisa dikatakan mengalahkan Avanza," ujarnya di Jakarta, Rabu (14/3/2019).

Soerjopranoto optimis Avanza lebih kuat dari Xpander karena penerimaan kendaraan New Avanza yang sangat baik. Dengan surat pemesangan kendaraan (SKP) hingga Februari sebanyak 18.300 unit, TAM optimis dapat memenuhi pasokan permintaan.

Selain itu, Toyota akan memanfaatkan momentum Lebaran untuk memasarkan kendaraan. Pasalnya, mayoritas penjualan Avanza berasal dari varian 1.3 cc manual yang banyak digunakan di daerah.

"Mudah-mudahan tetap leading tahun ini, tahun lalu juga tetap leading. Kenapa tetap leading, karena ciri khas mobil Indonesia, kuda beban, penggerak roda belakang," paparnya.

Adapun, tahun lalu Mitsubishi menyebut kesulitan untuk memenuhi permintaan untuk varian Xpander automatic. Hal itu menunjukkan permintaan Xpander masih seputar kota besar, sementara Avanza kontribusi terbesar berasal dari varian manual.

Menurutnya, Xpander awalnya disebut sebagai Avanza kiler, tetapi hingga saat ini belum mampu "membunuh" Avanza. TAM sejak awal tidak melihat demikian, lebih melihat total industri otomotif.

Dia berpendapat, Xpander perlu membuktikan mampu mengalahkan Avanza tetapi tidak perlu membedakan 1.500 cc dan 1.300 cc karena Avanza keunggulannya ialah G Manual karena power paling kuat dan bahan bakar paling irit.

"Kalau bisa tetap jualan 6.000 hingga 7.000, Xpander jualan 7.000, kita juga merasa sudah untung, turunnya cuman 3.000 diambil sama Rush," tambahnya.

Tag : Mitsubishi Xpander, Toyota Avanza
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top