Banyak Model Baru, Pasar Mobil Listrik di Eropa Diproyeksi Berakselerasi

Penjualan mobil listrik colok (plug-in) di pasar Eropa pada 2019 diproyeksikan akan berakselerasi dengan angka pertumbuhan sebesar 35%-40%, terpacu oleh kehadiran model baru.
Fatkhul Maskur | 09 Februari 2019 01:00 WIB
Nissan Leaf Share. - NISSAN

Bisnis.com, JAKARTA - Penjualan mobil listrik colok (plug-in) di pasar Eropa pada 2019 diproyeksikan akan berakselerasi dengan angka pertumbuhan sebesar 35%-40%, terpacu oleh kehadiran model baru.

Penjualan model listrik, mencakup tipe mobil listrik baterai (BEV) dan mobil listrik hibrida colok (PHEV), pada tahun lalu bertumbuh 33%.

"Pangsa mobil listrik (EV) sebesar 3,5% pada Desember menjadi pertanda baik untuk pertumbuhan tinggi pada 2019," demikian ev-volume.com, yang dikutip Sabtu (9/2/2019).

Selain itu, pendatang baru diyakini akan memberikan dukungan besar untuk adopsi yang lebih tinggi terhadap mobil listrik, seperti Audi e-Tron Quattro, Mercedes EQC, Porsche Taycan, dan Tesla Model-3 yang hadir di Eropa pada 2019.

Sementara itu, BMW juga membawa Mini dalam varian BEV, PSA akhirnya memasuki panggung, Volvo dan Land Rover meluncurkan PHEV SUV akhir tahun ini.

Banyak PHEV yang saat ini dihentikan akan kembali dengan baterai yang lebih baik.

Nissan Leaf BEV, yang saat ini nomor 1 di Eropa, mendapat baterai 50% lebih besar pada Mei, adapun BMW i3 diperingkat ketiga terlaris mendapat 30% lebih banyak ragam listrik pada 2019. Keduanya cenderung memposting lebih lanjut kenaikan tinggi pada 2019.

Tag : Mobil Listrik
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top