Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Komponen Catat, Pabrik Subaru di Gunma Hentikan Produksi

Subaru Corporation (Subaru) mengidentifikasi kemungkinan cacat pada komponen kendaraan tertentu yang digunakan dalam beberapa modelnya yang diproduksi di pabrik manufaktur Gunma (Pabrik Gunma) pada Rabu, 16 Januari 2019.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 24 Januari 2019  |  13:45 WIB
Subaru Forester 2019.  - Subaru
Subaru Forester 2019. - Subaru

Bisnis.com, SHIBUYA - Subaru Corporation (Subaru) mengidentifikasi kemungkinan cacat pada komponen kendaraan tertentu yang digunakan dalam beberapa modelnya yang diproduksi di pabrik manufaktur Gunma (Pabrik Gunma) pada Rabu, 16 Januari 2019.

Untuk memastikan kualitas dan keamanan kendaraannya, Subaru menghentikan semua produksi kendaraan di dan pengiriman dari Pabrik Gunma pada malam hari yang sama dan sejak itu pendaftaran kendaraan baru untuk model domestik Jepang yang relevan ditangguhkan, demikian Subaru dalam keterangan pers, Rabu (23/1/2019).

Hasil penyelidikan sampai saat ini telah mengkonfirmasi bahwa ada masalah pada sejumlah komponen yang mempengaruhi kualitas kendaraan. Adapun kendaraan yang berpotensi terdampak belum dikirim ke pelanggan atau pengecer di AS.

Penyelidikan juga telah mengkonfirmasi bahwa Kendaraan yang Berpotensi Terdampak belum menjangkau pelanggan di negara manapun di luar Jepang.

Subaru tidak akan mengirimkan Kendaraan yang Berpotensi Berpengaruh ke pelanggan mana pun.

Penyebab kemungkinan cacat telah diidentifikasi.

Dalam prospek memperoleh komponen yang dimodifikasi, persiapan sekarang sedang berlangsung di Pabrik Gunma untuk memulai kembali penargetan produksi minggu depan (sejak 28 Januari 2019).

  • Komponen yang telah diidentifikasi memiliki kemungkinan cacat: unit power steering listrik
  • Model Kendaraan yang Terkena Dampak:
    • Forester
    • Impreza
    • Subaru XV
  • Produksi model lain juga ditangguhkan karena diproduksi menggunakan jalur produksi yang sama.

Periode Kendaraan yang Terkena Dampak Berpotensi diproduksi: Akhir Desember, 2018 - 16 Januari 2019. Ini terus diselidiki lebih lanjut.

Tidak ada kendaraan yang diproduksi selama periode shutdown pabrik untuk liburan musim dingin (29 Desember 2018 - 6 Januari 2019).

Risiko karena kemungkinan cacat:

Jika cacat itu menyebabkan kerusakan, ada risiko lampu peringatan kontrol kemudi pada panel instrumen akan aktif, power steering akan berhenti berfungsi, dan kemudi akan menjadi lamban (yaitu kekuatan yang lebih besar akan diperlukan untuk memutar setir. ). Jika terjadi kerusakan seperti itu, segera hubungi dealer Subaru terdekat dan periksalah kendaraan.

Penyebab cacat:

Investigasi sedang berlangsung untuk menentukan rincian penyebab dan mekanisme kemungkinan cacat.

Dampak pada kinerja keuangan konsolidasi Subaru

Dampaknya terhadap kinerja keuangan konsolidasi Subaru belum pasti. Subaru akan membuat pengumuman lebih lanjut jika dianggap perlu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Subaru
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top