Tantang Tesla, General Motors Andalkan Cadillac EV

General Motors mengandalkan Cadillac menjadi merek kendaraan listrik untuk menantang Tesla yang masih memimpin pasar.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 11 Januari 2019  |  18:20 WIB
Tantang Tesla, General Motors Andalkan Cadillac EV
Penampakan logo booth Cadillac di North American International Auto Show di Detroit, Michigan, AS, 16 Januari 2018. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - General Motors mengandalkan Cadillac menjadi merek kendaraan listrik untuk menantang Tesla yang masih memimpin pasar.

General Motors (GM) akan mengumumkan Cadillac sebagai kendaraan pertama berplatform BEV3. Seperti dikutip dari Reuters, Jumat 11/1/2019), platform ini menjadi fondasi kendaraan, termasuk sistem baterai, bagian struktural, dan mekanik lainnya.

Namun, GM tidak mengungkapkan rincian tambahan tentang seluk beluk Cadillac EV. Masih menjadi rahasia segmentasi kendaraan itu akan menjadi crossover atau sedan, hingga lokasi perakitannya.

Rencana GM dalam restrukturisasi produksi kendaraan listrik sebenarnya juga sudah disampaikan pada November tahun lalu. Mereka akan menggandakan sumber daya untuk program kendaraan listrik dan otonom selama 2 tahun ke depan.

Sedangkan pada Desember 2018, dua senator Ohio meminta GM untuk berkomitmen membangun semua kendaraan listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat AS atau di dalam negeri.

Sebelum Cadillac, GM berfokus pada pembuatan kendaraan listrik di bawah merek Chevrolet. Salah satu produknya adalah plug-in Chevrolet Volt dan baterai listrik Bolt.

Ekpansi Di China

Tahun lalu, Johan de Nysschen - saat itu menjadi Presiden Cadillac - mengatakan bahwa merek mewah itu akan memainkan peran sentral dalam strategi elektrifikasi GM, termasuk di China. Dia menambahkan bahwa Cadillac akan "di garis depan" meluncurkan kendaraan listrik baru di Amerika Serikat dan China.

Sedangkan pada 2017, pihak GM mengatakan telah merencanakan pada 2021 akan memperkenalkan arsitektur kendaraan listrik fleksibel dan sistem baterai canggih untuk mendukung pengembangan setidaknya 20 model baru di Amerika Serikat dan China.

Pada tahun yang sama Chief Executive GM Mary Barra mengatakan, perusahaan berencana untuk memperkenalkan setidaknya 10 kendaraan listrik atau hibrida baru ke pasar China pada 2020.

Diketahui kemudian pada tahun lalu GM membuka pabrik baterai dengan mitra China SAIC Motor Corp. GM memang berencana menjual 1 juta kendaraan listrik per tahun pada 2026.

Rencana tersebut sudah mulai berbuah manis. Pada pekan ini saja penjualan Cadillac di China naik 17,2% pada 2018, atau melampaui 200.000 unit untuk pertama kalinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mobil Listrik, General Motors

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top