Viar Naikkan Harga Sepeda Motor Listriknya

PT Triangle Motorindo, produsen sepeda motor listrik Viar Q1, menaikkan harga kendaraan roda dua tanpa bahan bakar fosilnya sebesar 4,96%% seiring kenaikkan pajak bea balik nama untuk kendaraan tersebut.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 10 Desember 2018  |  21:14 WIB
Viar Naikkan Harga Sepeda Motor Listriknya
Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) dan Wakil Menteri Arcandra Tahar (kanan) mengendarai motor listrik Viar Q1, di halaman gedung Heritage Kementerian ESDM Jakarta, Senin (30/10). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA— PT Triangle Motorindo, produsen sepeda motor listrik Viar Q1, menaikkan harga kendaraan roda dua tanpa bahan bakar fosilnya sebesar 4,96%% seiring kenaikkan pajak bea balik nama untuk kendaraan tersebut.

Frengky Osmond, Marketing Communication PT Triangle Motorindo, mengungkapkan pihaknya membanderol harga on the road (OTR) sepeda motor Viar Q1 dari Rp17.150.000 menjadi Rp18.000.000 untuk wilayah DKI Jakarta akibat kenaikan pajak terhadap kendaraan tersebut.

“Kemarin pajak naik lagi, terpaksa kita menaikkan OTR dari Rp17.150.000 menjadi Rp18.000.000,” kata Frengky kepada Bisnis.

Dia menjelaskan, besaran kenaikan harga on the road sepeda motor listrik Viar Q1 sesuai dengan besaran kenaikan bea balik nama yang ditetapkan pemerintah.

Saat ini, besaran pajak bea balik nama kendaraan bermotor yang dikenakan terhadap sepeda motor listrik perusahaan sekitar Rp900.000.

Besaran bea balik nama kendaraan tanpa internal combustion engine tersebut, dia menilai cukup tinggi bagi konsumen. “[Kenaikkan BBN-KB] Kalau kita memposisikan sebagai konsumen, kita akan kaget, waduh tinggi sekali,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya agak kecewa terkait dengan kondisi tersebut. Menurutnya, pajak yang dikenakan terhadap kendaraan listrik perusahaan seperti tidak memiliki arah lantaran belum ada kejelasan mengenai regulasi kendaraan listrik di dalam negeri sampai saat ni.

“Nah, kalau masalah harga satu sisi kita juga agak, bilang itu, agak kecewa mungkin jujur karena dengan belum jelasnya regulasi sampai sekarang sistem perpajakan masih, kalau kita bilang, ‘liar’ dalam arti kayak enggak ada arah,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Marketing PT Triangle Motorindo Sutjipto Atmodjo, menuturkan produksi sepeda motor listrik Viar Q1 masih berada pada kisaran 100—200 unit setiap bulan. Perusahaan menunggu beleid peraturan presiden tentang percepatan pengembangan kendaraan listrik.

Sementara itu perusahaan tengah melakukan studi terkait dengan swap baterai bagi kendaraan listrik di dalam negeri. Dalam studi yang dilakukan, contohnya, perusahaan mencari tahu sistem swap baterai yang cocok digunakan di Indonesia.

Saat ini, banyak sistem swap baterai yang berkembang di luar negeri. Akan tetapi, sistem yang ada tidak bisa serta-merta diadopsi lantaran perbedaan karakter konsumen.

Kemudian, contoh lainnya, pihaknya juga mencari seberapa detail data yang akan dimasukkan ke dalam baterai kendaraan bermotor listrik yang dimiliki konsumen. Data konsumen dalam baterai diperlukan agar dapat terkontrol dan tidak acak-acakan ketika proses swap dilakukan.

“Kalau kita mengembangkan baterai, bisa di-swap di mana-mana, berarti kita memerlukan data dari beterai itu. Kan kita tidak bisa [penggunaannya] dicak-acak, jadi berantakan dan tidak terkontrol, perlu dikontrol,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
viar

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top