Euro 4 Tidak Berdampak Turunkan Permintaan Kendaraan

Penerapan standar Emisi Euro 4 hingga awal November disebut tidak mengganggu permintaan kendaraan. Produsen berharap ketersediaan dan penyebaran bahan bakar untuk kendaraan beremisi Euro 4 tersedia makin banyak.
Thomas Mola | 09 November 2018 23:00 WIB
Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi (kiri) menyerahkan plakat komitmen penerapan standar Euro 4 kepada Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kamis (2/8/2018). - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA--Penerapan standar Emisi Euro 4 hingga awal November disebut tidak mengganggu permintaan kendaraan. Produsen berharap ketersediaan dan penyebaran bahan bakar untuk kendaraan beremisi Euro 4 tersedia makin banyak.

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, semua kendaraan yang diproduksi Toyota pada Oktober telah memenuhi standar emisi Euro 4. Hingga awal November TAM tidak melihat adanya dampak negatif terhadap permintaan kendaraan.

"Sejauh ini kami tidak melihat adanya dampak negatif dari adopsi Euro 4 terhadap permintaan kendaraan Toyota. Semoga ke depannya, ketersedian bahan bakar dengan kualitas Euro4 semakin mudah didapatkan," tulisnya kepada Bisnis, Kamis (8/11/2018).

Seperti diketahui, penerapan Euro 4 untuk kendaraan bensin secara resmi telah dimulai pada 7 Oktober 2018. Semua produsen otomotif telah menyatakan siap memproduksi kendaraan sesuai dengan standar emisi Euro 4.

Sejak wacana Euro 4 bakal berlaku, pelaku usaha telah mewanti-wanti perihal ketersediaan bahan bakar dengan standar Euro 4. Pasalnya, kendaraan Euro 4 tidak dapat mengkonsumsi bahan bakar yang tidak sesuai standar, sementara kendaraan Euro 2 bisa mengkonsumsi bahan bakar untuk Euro 4.

Secara terpisah, Marketing and After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengatakan, kendaraan Honda telah siap untuk implementasi Euro 4. Masyarakat diharapkan tidak perlu ragu untuk memiliki kendaraan dengan standar emisi Euro 4.

"Karena mobil Honda sudah kompatibel ke Euro 4. Jadi malah menguntungkan buat konsumen. Tidak usah kuatir kedepannya," ujarnya, Kamis (8/11/2018)

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan, pelaku industri menyambut baik Euro 4 karena akan membuat produksi kendaraan nasional lebih kompetitif. Selanjutnya, kendaraan Euro 4 harus menggunakan bahan bakar Euro 4 yang merupakan ranah di luar Gaikindo.

"Katanya yang saya dengar ketersediaan sudah ada tinggal pemerataan distribusinya," paparnya.

Bisnis mencatat, hingga September 2018, telah terdapat 825 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh Indonesia yang menyalurkan BBM berstandar Euro 4. Hingga akhir tahun ini, Pertamina siap menambah 25 SPBU yang menjual Pertamax Turbo.

Adapun, SPBU yang siap menjual Pertamax Turbo didominasi di Jawa Barat (149 SPBU), Jawa Timur (145 SPBU), dan DKI Jakarta (128 SPBU). Distribusi Pertamax Turbo hingga akhir tahun diarahkan ke wilayah Kalimantan, Maluku, dan Papua.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Standard Euro 4

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top