Penjualan Mobil Bekas WTC Mangga Dua Tumbuh 17,24%, Ini Pendorongnya

Bursa Mobkas WTC Mangga Dua mencatatkan penjualan mobil bekasnya bertumbuh sekitar 17,24% pada 9 bulan pertama tahun ini, terdorong kebijakan ganjil genap yang terus berlaku hingga akhir tahun dan dampak pelemahan nilai tukar rupiah.
Yudi Supriyanto | 30 Oktober 2018 23:10 WIB
Karyawan sedang menunggu konsumen di samping deretan bursa mobil bekas di Jakarta, Minggu (4/2). Tren penjualan mobil bekas di 2018 diprediksi meningkat disebabkan peningkatan produksi produk baru yang beragam terutama segemen Low Cost Green Car (LCGC). - Bisnis.com/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—Bursa Mobkas WTC Mangga Dua mencatatkan penjualan mobil bekasnya bertumbuh sekitar 17,24% pada 9 bulan pertama tahun ini, terdorong kebijakan ganjil genap yang terus berlaku hingga akhir tahun dan dampak pelemahan nilai tukar rupiah.

Manajer Senior Bursa Mobkas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih mengungkapkan penjualan mobil bekasnya mencapai sebanyak 34.000 unit hingga September tahun ini. Sementara penjualan pada periode yang sama tahun lalu hanya sebanyak 29.000 unit.

“Kami dapat blessing gara-gara ganjil genap. Nah, itu banyak tertolong gara-gara itu. Kemudian, kalau dolar AS naik kan, kami tidak terlalu terpengaruh,” kata Herjanto, Selasa (30/10/2018).

Dia menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah membuat harga kendaraan bermotor mobil baru mengalami peningkatan, sementara penjual mobil bekas tidak bisa menaikkan harga kendaraan akibat pelemahan rupiah.

Menurutnya, harga kendaraan roda empat bekas ditentukan oleh beberapa faktor seperti kondisi mobil, penggunaan yang dilihat dari petunjuk jarak tempuh, dan pajak kendaraan bermotor mobil bekas tersebut.

Perusahaan meyakini penjualan mobi bekas bisa mencapai 40.000 unit pada akhir tahun ini dengan melihat pencapaian sampai akhir September 2018 dan perpanjangan kebijakan ganjil genap sampai Desember tahun ini.

Sementara terkait dengan kebijakan ganjil genap, masyarakat bisa memilih kendaraan dengan pelat nomor yang diinginkannya untuk mengatasi kebijakan tersebut.

Selain kebijakan pemerintah dan kondisi nilai tukar, program-program yang ditawarkan oleh perusahaan pembiayaan pada akhir tahun ini juga membuat penjualan mobil bekas dapat terdongkrak mengingat sebagian besar pembeli menggunakan pembiayaan.

Menurutnya, kendaraan yang paling banyak terjual adalah mobil kecil serbaguna atau low multipurpose vehicle (LMPV) dan kendaraan bermotor mobil perkotaan atau city car.

LMPV seperti Avanza dan Xenia, lanjutnya banyak menjadi pilihan bagi para pedagang-pedagang di daerah. Adapun konsumen di wilayah Jakarta – selain konsumen angkutan online – lebih memilih kendaraan seperti Xpander.

Dia menuturkan, banyak konsumen yang mencari LMPV buatan Mitsubishi tersebut. Oleh karena itu, tidak heran jika kendaraan roda empat itu akan langsung terjual ketika berada di outlet.

Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat harga mobil bekas Xpander masih terbilang cukup tinggi. Perusahaan, dia mengatakan, telah menjual mobil bekas LMPV Xpander sekitar 100 unit dari Januari sampai September tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mobil Bekas

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top