Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Skandal Emisi Diesel Tekan Laba Daimler

Skandal emisi diesel yang membawa banyak konsekuensi telah memukul laba sebelum pajak (EBIT) Mercedes-Benz kuartal ketiga tahun ini, bahkan berpengaruh besar terhadap performa Daimler AG sebagai perusahaan induknya.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 28 Oktober 2018  |  14:06 WIB
Produksi truk e-Actros di pabrik Daimler.  - Martin
Produksi truk e-Actros di pabrik Daimler. - Martin

Bisnis.com, JAKARTA - Skandal emisi diesel yang membawa banyak konsekuensi telah memukul laba sebelum pajak (EBIT) Mercedes-Benz kuartal ketiga tahun ini, bahkan berpengaruh besar terhadap performa Daimler AG sebagai perusahaan induknya.

EBIT Mercedes-Benz turun signifikan dibanding kuartal pertama 2017, terutama karena jatuhnya volume penjualan dan pengeluaran sehubungan dengan proses pemerintah dan langkah-langkah penyelesaian untuk kendaraan diesel, kata Daimler AG dalam laporan keuangan kuartal ketiga 2018, dikutip Minggu (28/10/2018).

Setelah terkuaknya skandal diesel Audi dan BMW di AS, persoalan yang sama terungkap di Daimler Group yang melibatkan mobil-mobil diesel Mercedes-Benz. Perangkat lunak yang dituduh mengelabui uji emisi diesel telah memicu gelombang penarikan mobil Mercedes-Benz di Eropa dan sejumlah wilayah lainnya.

Dampak yang sekarang masih terasa bahwa penjualan mobil Mercedes-Benz pada kuartal ketiga tahun ini hanya mencapai 559.500 unit, turun signifikan dibanding periode sama tahun lalu.

Di Eropa, bahkan, penjualan Mercedes-Benz turun 12% menjadi hanya 223.600 unit, dan di negara asal brand ini, Jerman, penjualan turun 13% dengan hanya 72.100 unit saja.

Mercedes-Benz juga tidak bisa mempertahankan performanya di pasar terbesar dunia, China, dengan penjualan kuartal ketiga turun 11% menjadi hanya 170.400 unit kendaraan, demikian juga di Amerika Serikat terkoreksi 8% menjadi 76.000 unit.

Turunnya penjualan dan kewajiban-kewajiban penyelesaian terkait skandal diesel telah memaksa pendapatan Mercedes-Benz Juli-September 2018 turun 7% menjadi 21,7 miliar euro, sedangkan laba sebelum pajak jatuh dari 2,105 miliar euro menjadi 1,372 miliar euro.

“Industri otomotif dan dengan demikian juga Daimler masih dalam lingkungan yang sangat menantang. Permintaan tinggi dari pelanggan kami membuat kami yakin untuk kuartal keempat,” kata Dieter Zetsche, Ketua Dewan Manajemen Daimler AG dan Kepala Mercedes-Benz Cars.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mercedes Benz
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top