Program Tukar Tambah Memacu Penjualan Mobil di Ujung Tahun

Pasar mobil baru terus melaju. Selain didorong pembeli mobil pertama, permintaan datang dari mereka yang ingin ganti kendaraan atau ingin naik kelas. Agen pemegang merek menangkap peluang dengan menggencarkan program trade-in dan trade-up.
Yudi Supriyanto | 22 Oktober 2018 13:45 WIB
Dari kiri. Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Yasuharu Shimizu, CSVC Division Head PT ADM Elvina Afny, Chief Executive PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Supranoto, Marketing & CR Division Head PT AI-DSO Hendrayadi Lastiyoso, dan Regional Manager Mobil88 Nurfitri Yanuarsyah saat membuka Daihatsu Festival & Trade In Day, di Astra Biz Center, BSD, Tangerang, Sabtu (20/10/2018). - ADM

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar mobil baru terus melaju. Selain didorong pembeli mobil pertama, permintaan datang dari mereka yang ingin ganti kendaraan atau ingin naik kelas. Agen pemegang merek menangkap peluang dengan menggencarkan program trade-in dan trade-up.

Pasar mobil baru terus melaju. Selain didorong pembeli mobil pertama, permintaan datang dari mereka yang ingin ganti kendaraan atau ingin naik kelas. Agen pemegang merek menangkap peluang dengan menggencarkan program trade-in dan trade-up.

Daihatsu melakukan jemput bola dengan menggelar program serentak di enam wilayah, sementara BMW beruntun melakukan program tukar tambah di beberapa kota. Adapun Suzuki membentuk unit khusus jual-beli mobil bekas.

“Berdasarkan survei, permintaan mobil baru sebagai mobil pengganti terus meningkat,” ujar Customer Satisfaction and Value Chain Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Elvina Afny di Astra Biz Center, BSD, Tangerang, Sabtu (20/10) pagi.

Permintaan mobil baru Daihatsu pada 2016 tumbuh sebesar 10,8% dan meningkat menjadi 11,2% pada tahun berikutnya. Adapun permintaan mobil baru secara nasional bertumbuh 14% pada 2016 dan setahun berikutnya bertumbuh 15,5%.

Atas dasar itulah, merek spesialis mobil kompak ini menggelar Daihatsu Festival & Trade-in Day serentak di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Karawang. Dalam kegiatan ini, Daihatsu menggandeng value chain partner yakni Astra Credit Company (ACC), Daihatsu Financial Services (DFS), Asuransi Astra, dan Mobil 88.

“Tujuannya untuk memudahkan pelanggan memiliki mobil baru melalui tukar tambah dengan beragam kemudahan dan diskon harga,” ujar Elvina. Dia menambahkan, Daihatsu juga membuka sesi edukatif tentang nilai jual kembali sebuah kendaraan di ajang ini.

Hal senada disampaikan Jodie O’tania, Vice President Corporate Communications BMW Group Indonesia. “BMW menghadirkan program trade-in & trade-up karena ada potensi di pasar tukar tambah.”

BMW telah menggelar program trade-in & trade-up di ajang BMW Exhibition di Plaza Senayan, 12-14 Oktober, dan akan berlanjut di Bimfest 2018 di Semarang, 18 November. Program ini melibatkan mitra diler BMW Premium Selection.

Selain memudahkan, program ini membuat harga mobil BMW lebih terjangkau berkat penawaran menarik. Ini adalah solusi bagi yang ingin meremajakan mobilnya dengan model terbaru BMW, seperti Seri 3, Seri 5, Seri 7 dan model BMW X seperti BMW X1 serta BMW X5.

Penawaran ini tidak hanya pada mobil bermerek BMW, namun juga berbagai model dan tipe mobil lain. Dengan program ini, calon pengguna BMW memiliki solusi tambahan di luar bunga rendah hingga 5 tahun, garansi dan servis inklusif hingga 5 tahun, serta paket perpanjangan garansi.

Tidak hanya itu, masyarakat juga dapat memilih menerima hasil penilaian kendaraannya dalam uang tunai untuk membeli mobil BMW di ajang itu.

Potensi permintaan tukar tambah juga ditangkap Suzuki dengan membentuk Suzuki Auto Value. “Banyak konsumen yang ingin naik kelas dengan pembelian mobil baru melalui tukar tambah,” ujar Hendro H. Kaligis, Business Development Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Seperti program BMW, Auto Value juga tidak membatasi merek mobil tertentu yang akan ditukar.

Suzuki menyatakan permintaan tukar tambah yang terus bertumbuh turut mendorong penjualan mobil barunya. Kontribusi unit ini akan meningkat seiring dengan perluasan jaringan. Saat ini Auto Value mengoperasikan dua outlet, yaitu di Tangerang dan di Jakarta Timur.

“Selama 3 hari BMW Exhibition, kami dapatkan lebih dari 100 surat pemesanan kendaraan (SPK),” ujar Jodie. Dia mengakui bahwa program trade-in & trade up adalah salah satu cara meraih target penjualan sebanyak-banyaknya hingga pengujung tahun.

Tak hanya BMW, strategi itu juga diakui Daihatsu. Marketing and CR Division Head PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Hendrayadi Lastiyoso mengatakan, penjualan Daihatsu sepanjang Januari- September 2018 ini sudah baik. Namun, bukan berarti tidak terus agresif melakukan penjualan hingga akhir tahun.

Diakuinya, penjualan Daihatsu saat ini sudah bagus. Bahkan sudah meraih pangsa 17%, melampaui target 16%. “Ini kuartal terakhir. Semua brand berpacu untuk mengejar target penjualan tahun ini. Tidak salah kalau dimulai dengan aktivitas penjualan yang agresif,” tutur Hendrayadi.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel mobil baru pada 9 bulan pertama tahun ini meningkat 11% menjadi 851.430 unit. Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi optimistis target penjualan sepanjang tahun ini sebanyak 1,1 juta unit dapat tercapai.

Terlebih, kalangan agen pemegang merek dan distributor mobil agresif menggencarkan program pemasaran. (*)

Agar Harga Jual Kembali Tetap Tinggi

Mobil 88--pemimpin pasar mobil bekas di Indonesia, mengungkapkan Daihatsu menempati urutan kedua penjualan mobil bekas di Indonesia dengan pangsa 19%. Mobil Daihatsu juga dianggap memiliki residual value tinggi.

“Malah, Daihatsu Xenia menempati posisi teratas untuk residual value di kelas low MPV,” ujar Nurfitri Yanuarsyah, Regional Manager Mobil 88 di sela-sela Daihatsu Festival & Trade-in Day, Sabtu (20/10).

Harga jual kembali mobil dapat dikatakan baik apabila persentase harga jualnya tidak terlalu anjlok dari harga awal saat dibeli dalam kondisi baru. Menurutnya, ada beberapa tip agar harja jual kembali mobil tetap tinggi.

Pertama, Histori perawatan berkala di bengkel resmi. Semakin disiplin melakukan perawatan makin tinggi harga jual kembali.

Kedua, kondisi fisik mobil yang bebas baret dan lecet. Cat baret bisa menjadi pengurang harga jual mobil.

Ketiga, usia kendaraan. Umumnya diler membatasi usia kendaraan tidak lebih dari 5 tahun sehingga mileage masih rendah.

Keempat, kelengkapan dokumen, seperti BPKB (Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor), STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), dan surat pendukung lainnya. Dengan surat-surat mobil lengkap dan bebas dari permasalahan hukum, jelas memberikan posisi tawar yang lebih tinggi.

Tag : Mobil Baru, astra daihatsu motor
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top