Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Grup Bakrie Perkenalkan Bus Listrik BYD di Bali

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) memulai langkah strategis untuk terjun lebih dalam ke bisnis otomotif dengan memperkenalkan bus listrik.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 16 Oktober 2018  |  00:00 WIB
Wakil Dirut PT Bakrie & Brothers Tbk Ardiansyah Bakrie (kedua kanan), Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk Dody T. Wijaya (kanan), Head of Corporate Communication PT Bakrie & Brothers Tbk Bayu Nimpuno (kedua kiri) dan Kepala Divisi Operasi Nusa Dua ITDC Made Pariwijaya (kiri) berbincang saat test drive bus listrik di Ungasan, Badung, Bali, Senin (15/10/2018).  - ANTARA
Wakil Dirut PT Bakrie & Brothers Tbk Ardiansyah Bakrie (kedua kanan), Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk Dody T. Wijaya (kanan), Head of Corporate Communication PT Bakrie & Brothers Tbk Bayu Nimpuno (kedua kiri) dan Kepala Divisi Operasi Nusa Dua ITDC Made Pariwijaya (kiri) berbincang saat test drive bus listrik di Ungasan, Badung, Bali, Senin (15/10/2018). - ANTARA

Bisnis.com, MANGUPURA--PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) memulai langkah strategis untuk terjun lebih dalam ke bisnis otomotif dengan memperkenalkan bus listrik.

BNBR nantinya juga tidak hanya sekadar menjual kendaraan bus, tapi juga menawarkan sistem transportasi umum untuk kota-kota dan kawasan di Indonesia dengan skema tertentu. Diharapkan kedepannya, perseroan dapat menjadi salah satu pemain utama dalam bisnis penyediaan kendaraan listrik di Tanah air, setelah mencapai target pemenuhan kandungan komponen lokal (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) 55% pada 2022.

“Awal 2019 BNBR berharap sudah bisa mulai melakukan penetrasi pasar, khususnya untuk bus dengan gross vehicle weight [GVW] di bawah 24 ton,” kata Bobby Gafur Umar, Direktur Utama PT Bakrie & Brothers Tbk kepada wartawan, pada acara Jumpa Pers dan Uji Kendara (Test Drive) unit bus listrik di Ungasa , Senin (15/10/2018).

Di Bali, dua unit bus listrik telah disiapkan oleh BNBR, sekaligus difungsikan sebagai bus ulang-alik (shuttle bus) selama penyelenggaraan Annual Meeting International Monetary Fund & World Bank Group 2018. BNBR melalui unit usahanya PT Bakrie Autoparts telah menjalin kerjasama bisnis dengan pabrikan bus listrik terkemuka dari China, BYD Auto Co.Ltd.

Bobby menambahkan bahwa banyak komponen dan bagian bodi bus listrik sudah dapat dipenuhi dari dalam negeri. Namun masih ada yang secara bertahap baru bisa diproduksi di Indonesia karena penguasaan teknologi nya masih perlu dipelajari dan dikuasai.

“Perlu juga saya tegaskan di sini bahwa arah kerja sama kami dengan BYD adalah peningkatan lokalisasi melalui pembangunan industri di Indonesia. Itu sudah jelas," jelasnya.

Dia menyatakan akan menyediakan beberapa lokasi seperti di Bekasi, Balaraja dan Lampung. Untuk perakitan mungkin di Balaraja, karena lahan di sana cukup luas, sekitar 7,7 Ha. Boby menekankan banguna pabrik sudah ada, dan lahanya dekat dengan jalan tol.Pabrik ini, nantinya diharapkan akan mampu memproduksi 1000 hingga 2000 unit bus listrik setiap tahun.

Bobby juga menjelaskan, sambil menunggu regulasi yang lebih pasti mengenai kendaraan listrik dari pemerintah, BNBR juga telah mulai menjajaki kemungkinan bekerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah dan kota besar di Indonesia.

“Kami mengajak mereka untuk bekerja sama memanfaatkan bus listrik yang kami produksi. Kami optimis, sebab kami tidak hanya sekadar menjual kendaraan bus, tapi juga menawarkan sistem transportasi untuk kota-kota di Indonesia,” katanya.

Salah satu daerah yang dijajaki adalah Jawa Tengah dan salah satu daerah di Kaltim. Bobby juga menjelaskan bahwa kehadiran mobil listrik adalah sebuah keniscayaan dan hanya menunggu waktu. Pihaknya optimistis hasil kerjasama Bakrie-BYD ini dapat memberikan kontribusi besar bagi sistem
transportasi di Indonesia.

Dijelaskan oleh Bobby, pemerintah beberapa kota di Indonesia saat ini sudah mulai berpikir lebih serius untuk mengkonversi penggunaan bus-bus berbahan bakar solar menjadi berbahan bakar yang lebih hemat dan bersih. Diyakininya penggunaan bus ini akan menghemat emisi dan juga operasional untuk jangka panjang.

Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI), I Made Dana Tangkas, menyatakan apresiasinya dan mendukung kegiatan pengembangan bus listrik Bakrie-BYD ini. Menurutnya, memang sudah saatnya bagi Indonesia untuk menguasai teknologi kendaraan listrik. Terdapat beberapa tahap untuk menguasai teknologi kendaraan listrik ini, yaitu dari HV, PHEV dan BEV dgn pengembangan teknologi yang common seperti baterai, motor dan PCU (inverter).

Selain dapat mengembangkan HV di tahap awal, juga dapat dikembangkan BEV untuk kendaraan publik seperti bus dan kendaraan fungsional khusus lainnya, termasuk kendaraan roda dua dan tiga. “Idealnya, kita membuat kendaraan listrik yang aplikatif, mudah dijangkau dan beroperasi pada wilayah tertentu,” jelasnya ditemui di lokasi sama.

CEO PT Bakrie Autoparts Dino Ryandi juga menjelaskan ihwal latar belakang dipilihnya BYD sebagai mitra strategis dalam pengembangan lini bisnis baru BNBR ini. Orang di segala penjuru dunia bicara soal kendaraan listrik, nama BYD pasti melekat. Semua tahu siapa dan bagaimana reputasi BYD sebagai produsen kendaraan listrik.

BYD memang dikenal sebagai salah satu produsen bus listrik terkemuka di Tiongkok. Merek yang bermarkas di Kota Shenzhen ini sudah mengekspor banyak bus listrik ke berbagai negara, termasuk ke daratan Eropa.

Sejak memasarkan bus listrik pertamanya di Eropa pada 2010 silam, BYD telah berhasil menjual sedikitnya 600 unit, memantapkan posisinya di pangsa pasar sebesar 20%. “Produk bus listrik buatan BYD sudah digunakan di 32 negara di seluruh dunia. Kami bangga dapat menjadi mitra BYD,” ujar Dino.

Dirut PT Bakrie & Brothers Tbk Bobby Gafur Umar (kiri), Presiden Institut Otomotif Indonesia I Made Dana Tangkas (kedua kiri), Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli (ketiga kiri), Wakil Dirut PT Bakrie & Brothers Tbk Ardiansyah Bakrie (ketiga kanan), Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia Hermanto Dardak (kedua kanan) dan Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin Harjanto (kanan) berbincang saat test drive bus listrik di Ungasan, Badung, Bali, Senin (15/10). PT. Bakrie & Brothers Tbk menjalin kerja sama dengan pabrikan bus listrik asal Tiongkok, BYD Auto untuk mengembangkan bisnis bus listrik di Indonesia. ANTARA FOTO

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bus Listrik
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top