Bukan Lantaran Pelemahan Rupiah, Daihatsu Naikkan Harga Beberapa Model Mobil

PT Astra Daihatsu Motor, agen pemegang merek Daihatsu, akhirnya mengikuti jejak merek satu grupnya PT Toyota Astra Motor yang menaikkan harga sejumlah model mobilnya. Namun, dengan alasan yang berbeda.
Yudi Supriyanto | 03 Oktober 2018 00:30 WIB
Daihatsu Sigra - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Astra Daihatsu Motor, agen pemegang merek Daihatsu, akhirnya mengikuti jejak merek satu grupnya PT Toyota Astra Motor yang menaikkan harga sejumlah model mobilnya. Namun, dengan alasan yang berbeda.

Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengungkapkan penyebab kenaikan harga produk mobil Daihatsu terkait dengan dampak implementasi standar Euro 4, yang mana dibutuhkan penambahan komponen seperti catalityc converter.

“Oktober ada naik [karena] implementasi Euro 4, penambahan part, misal catilityc converter,” kata Amelia kepada Bisnis, Selasa (2/10/2018).

Dia menuturkan, kendaraan-kendaraan yang mengalami kenaikan akibat implementasi euro 4 adalah Sigra, Ayla, dan Sirion sebesar Rp1,1 juta, Terios Rp1,6 juta, Xenia Rp1,4 juta, Himax Rp1 juta, Gran Max dan Luxio naik Rp2 juta.

Dia menambahkan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belum menjadi penyebab kenaikan harga kendaraan bermotor mobil Daihatsu. Oleh karena itu, kenaikan harga yang terjadi pada bulan kesepuluh tahun ini murni karena implementasi standar Euro 4.

Kemarin, Selasa (2/10/2018), rupiah melemah melampaui level Rp15.000 per dolar AS untuk pertama kalinya sejak 1998, sekaligus memimpin pelemahan di antara mata uang pasar negara berkembang Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,89% atau 132 poin ke level Rp15.043 per dolar AS setelah bergerak pada kisaran Rp14.945-Rp15.049.

Dia mengatakan, Daihatsu akan kembali melakukan perhitungan pengaruh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap kenaikan harga. Saat ini, lanjutnya, belum terdapat peningkatan harga produk Daihatsu terkait dengan pelemahan nilai tukar rupiah.

“Kami akan hitung lagi [dampak pelemahan rupiah], sekarang belum,” katanya.

KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top