Sapuangin XI EVO Juara Balap di Shell Eco-Marathon 2018

Mobil konsep perkotaan ITS Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Sapuangin XI EVO, menjadi juara mobil tercepat dan terhemat dalam ajang Shell Eco-Marathon Drivers World Championship Grand Final 2018.
Yudi Supriyanto | 09 Juli 2018 16:20 WIB
Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Sapuangin XI EVO. - Shell

Bisnis.com, JAKARTA—Mobil konsep perkotaan ITS Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Sapuangin XI EVO, menjadi juara mobil tercepat dan terhemat dalam ajang Shell Eco-Marathon Drivers’ World Championship Grand Final 2018.

Darwin Silalahi, President Director & Country Chairman PT Shell Indonesia, mengatakan bahwa pencapaian yang diraih oleh tim dari Indonesia membuktikan bahwa tim Indonesia telah teruji dan memiliki daya saing yang diakui dunia.

“Mereka tidak hanya cerdas, kreatif, inovatif dan tangguh namun mempunyai kemampuan berpikir visioner, jauh ke masa depan. Saya berharap mereka mampu menjadi pionir bagi pemuda-pemuda lain dalam bergerak, menjadi agent of change, pembawa perubahan yang akan membawa bangsa ini lebih maju,” kata Darwin dalam siaran pers, Senin (9/7/2018).

Pada ajang tersebut, ITS Team 2 mengusung mobil konsep perkotaan dengan bahan bakar minyak atau gasoline, dan berhasil mengungguli delapan tim lainnya yang mewakili Asia, Amerika Serikat, dan Eropa.

Posisi kedua dalam kejuaraan tersebut diduduki oleh tim Sask Eco UC dari Kanada. Tim Toulouse Ingenierie Multidisciplinaire dari Prancis berhasil menempati posisi ketiga dalam ajang Shell Eco-marathon Drivers’ World Championship Grand Final 2018.

ITS Team 2 berhak mendapatkan hadiah, yakni bertemu dengan tim Scuderia Ferrari dan berkesempatan melakukan diskusi serta mendapatkan berbagai saran teknis para teknisi ahli Scuderia Ferrari mengenai cara meningkatkan kinerja kendaraan.

Hasil pertemuan tersebut dapat digunakan dan direalisasikan untuk meningkatkan kinerja kendaraan mereka di ajang Shell Eco-Marathon pada tahun berikutnya.

Shell Eco-Marathon Drivers’ World Championship adalah sebuah ajang kompetisi untuk menemukan mobil paling cepat dan paling hemat di dunia.

Kompetisi itu dinilai penting karena merupakan sebuah ajang kompetisi inovasi teknologi otomotif dan efisiensi energi bagi mahasiswa dari puluhan negara di berbagai benua. Tim mahasiswa Indonesia selalu terpilih mewakili Asia di grand final Shell Eco-Marathon Drivers’ World Championship sejak pertama kali diselenggarakan pada 2016.

Peserta grand final tingkat global diambil dari tiga tim terbaik kelas UrbanConcept yangmenjuarai Drivers’ World Championship dari tiap-tiap regional yaitu Asia, Amerika dan Eropa serta terdiri dari masing-masing kategori energi yakni mesin pembakaran internal (internal combustion engine), baterai-listrik, dan hidrogen.

Tahun ini, tiga tim yang berhak maju ke grand final dan mewakili Asia di ajang semuanya berasal dari Indonesia yaitu tim Semar Urban UGM Indonesia dari Universitas Gadjah Mada, ITS Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan Garuda UNY Eco Team dari Universitas Negeri Yogyakarta.

Ketiga tim mahasiswa Indonesia harus mengikuti babak kualifikasi Shell Eco-Marathon Drivers’ World Championship grand final sebagai peserta yang mewakili regional Asia. Kualifikasi ini mensyaratkan lolos uji inspeksi teknis, lolos uji kualifikasi Shell Eco-Marathon Eropa.

Panitia mensyaratkan bahwa mobil harus dapat melakukan pengereman dalam jarak maksimal 20 meter ketika dipacu dengan kecepatan 40 km per jam untuk memastikan bahwa mobil memiliki tingkat keselamatan dan keamanan yang baik.

Calon peserta lomba juga disyaratkan bisa menyamai minimal 95% catatan rekor yang dicapai tim di Shell Eco-Marathon di wilayahnya masing-masing di uji kualifikasi tersebut. Ketiga tim mahasiswa Indonesia berhasil lolos dari uji kualifikasi yang dilaksanakan sejak 5 sampai 7 Juli dan berhak masuk dalam trek.

Tag : Shell Eco Marathon
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top