Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemain Bertambah, Persaingan Citycar Sengit

Persaingan mobil kecil untuk perkotaan atau citycar di Indonesia semakin sengit. Ceruk pasarnya sangat kecil, tetapi terbilang sesak dipenuhi banyak pemain.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 13 Februari 2018  |  19:18 WIB
Senior Director PT Astra Daihatsu Motor Tetsuo Miura (tengah), Wakil Presiden Direktur Sudirman MR ( kiri) dan Deputy Chief Executive of PT Astra International - Daihatsu Sales Operation Supranoto memperkenalkan All New Sirion generasi ke-3 saat peluncurannya, di Jakarta, Selasa (13/2/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Senior Director PT Astra Daihatsu Motor Tetsuo Miura (tengah), Wakil Presiden Direktur Sudirman MR ( kiri) dan Deputy Chief Executive of PT Astra International - Daihatsu Sales Operation Supranoto memperkenalkan All New Sirion generasi ke-3 saat peluncurannya, di Jakarta, Selasa (13/2/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Persaingan mobil kecil untuk perkotaan atau citycar di Indonesia semakin sengit. Ceruk pasarnya sangat kecil, tetapi terbilang sesak dipenuhi banyak pemain.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ada delapan merek yang aktif mengincar segmen citycar, sepertiSuzuki Ignis, Honda Brio, Nissan March, Daihatsu Sirion, Mitsubishi Mirage, Toyota Etios, Hyundai i10, KIA Picanto, Suzuki Celerio, dan Suzuki Splash.

Padahal, pangsa pasar citycar hanya 2,97% terhadap pasar domestik, atau 32.047 unit per tahun.

Jumlah pemain citycar di Indonesia serupa dengan segmen mobil kecil serbaguna (LMPV). Namun nasibnya berbeda, karena kategori ini menguasai 23,52% pasar kendaraan bermotor roda empat dan lebih dalam negeri.

Research & development Division Head Pradipto Sugondo PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengatakan sejak 2016 pemain yang mengincar segmen citycar terus bertambah. “Jumlah pemain yang bertambah tidak diikuti dengan pertumbuhan volume penjualan,” katanya dalam acara peluncuran All New Sirion di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Sepanjang 2017, citycar tumbuh 42,85%. Namun hal ini disebabkan oleh satu pemain baru, yakni Suzuki Ignis. Tanpa citycar bermodal tampang ala sport utility vehicle (SUV) tersebut, segmen ini anjlok 20,25%.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) melepas Ignis ke pasar pada kuartal kedua tahun lalu. Model ini langsung menutup tahun dengan menguasai 44,18% pasar citycar, mengalahkan pemain lama, Honda Brio.

Direktur Marketing ADM Amelia Tjandra mengatakan Daihatsu masih akan terus menjaga pasar citycar di Indonesia. Menurutnya mungkin saja tren berkendara di Indonesia akan bergeser seperti yang terjadi di Malaysia. Di Negeri Jiran, konsumen otomotif lebih rasional memilih mobil berdasarkan kebutuhan kapasitas penumpang.

“Apakah di Indonesia akan berubah, kita lihat saja nanti,” kata Amelia.

Dia melanjutkan, apabila hal itu terjadi di Indonesia, ADM akan pertimbangkan untuk memfasilitasi pertumbuhan tersebut. Artinya perusahaan yang berada di bawah bendera Astra ini siap menambah amunisi citycar.

Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto menilai bahwa citycar sulit bersaing karena kehadiran mobil berkapasitas penumpang 5+2 dengan rentang harga serupa. Bahkan Kendaraan Bermotor Hemat Bahan Bakar dan Harga Terjangkau (KBH2) dengan kubikasi mesin dan kapasitas penumpang sama dipasarkan jauh di bawah harga citycar.

4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra mengatakan faktor kunci capaian penjualan Ignis adalah ketepatan konsep produk dengan segmentasi yang diincar perusahaan. “Saya lihat produk yang bernar-benar menggunakan konsep baru akan memberikan stimulus yang signifikan,” 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Honda Brio City Car
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top