Daimler AG Restrukturisasi Perusahaan di Indonesia

Daimler AG merestrukturisasi perusahaan di Indonesia. Induk perusahaan otomotif asal Jerman ini membagi lini usaha Mercedes-Benz ke dalam dua perusahaan.
Muhammad Khadafi | 11 Januari 2018 18:51 WIB
Troska, anggota dewan direksi Daimler AG, saat mempresentasikan mobil listrik konsep Mercedes EQA di Frankfurt Motor Show 2017, Selasa (19/9). - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA -- Daimler AG merestrukturisasi perusahaan di Indonesia. Induk perusahaan otomotif asal Jerman ini membagi lini usaha Mercedes-Benz ke dalam dua perusahaan.

Per 1 Januari 2018 distribusi kendaraan niaga akan dipegang oleh PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI). Sementara itu PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) akan fokus pada penjualaan mobil penumpang.

Mengikuti hal tersebut, Markus Villinger diberikan tanggung jawab untuk memimpin penjualaan kendaraan niaga Mercedes-Benz di Indonesia. "Akan ada banyak perubahan mulai dari sini. Pemisahan usaha ini akan membuat bisnis kami lebih mudah dan fokus," kata Presiden Direktur DCVI Markus Villinger di Jakarta, Kamis (11/1/2017).

Strategi ini menindaklanjuti keberhasilan Mercedes-Benz pada tahun 2017 lalu. Perusahaan mengklaim mencapai titik penjualan terbaik di Indonesia.

"2017 merupakan tahun yang luar biasa bagi kami," kata Villinger.

Pembentukan DVCI bertujuan untuk mencapai kesuksesan yang lebih tinggi pada tahun ini. Program pelayanan konsumen akan terus diperkuat melalui berbagai program menarik.

Selain itu hal ini merupakan bukti keseriusan Daimler menggarap pasar Heavy Duty Truck (HDT) di Indonesia. Seperti diketahui, selain Mercedes-Benz, Daimler memiliki merek lain yang bermain di segmen kendaraan niaga Tanah Air, yaitu Fuso.Strategi ke depan, Fuso akan fokus mengisi pasar light duty truck (LDT) dan medium duty truck (MDT), sedangkan Mercedes-Benz mengisi ceruk pasar HDT.

Adapun untuk fasilitas perakitan, DCVI akan mengandalkan PT Mercedes-Benz Indonesia. Merek otomotif asal Jerman ini merakit secara lokal truk Axor dan sasis bus di pabrik seluas 42 hektare di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat.

Tag : daimler
Editor : Martin Sihombing
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top