Honda Kembangkan Baterai Mobil Listrik Sendiri

Honda Motor Co sedang mempertimbangkan untuk memproduksi solid state battery kendaraan listrik. Menurut perusahaan, peraturan emisi di beberapa negara memaksa produsen mobil beralih ke mobil listrik.
Muhammad Khadafi | 22 Desember 2017 16:23 WIB
Kendaraan listrik sedang mengisi tenaga. - IEA

Bisnis.com, JAKARTA - Honda Motor Co. sedang mempertimbangkan untuk memproduksi solid state battery kendaraan listrik, di tengah maraknya peralihan ke mobil listrik di berbagai negara.

Teknologi solid state battery diklaim lebih baik dibandingkan dengan baterai lithium-ion yang saat ini digunakan kendaraan listrik. Baterai ini disebut dapat menempuh jarak yang lebih lama dan waktu pengisian lebih cepat, serta memiliki biaya produksi yang lebih rendah.

"Kami telah meneliti solid state battery. Kami tidak mengembangkan dengan produsen lain," kata juru bicara Honda Teruhiko Tatebe, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (22/12/2017).

Sebelumnya, Kyodo News sempat melaporkan bahwa Honda dan Nissan Motor Co. bersama-sama mengembangkan solid state battery.

Selain itu, Toyota Motor Co. dan Volkswagen AG juga turut mengembangkan jenis baterai ini. Awal bulan ini, Toyota mengatakan sedang mempertimbangkan untuk mengembangkan baterai generasi berikutnya bersama Panasonic untuk berbagi biaya riset yang tinggi. Pembuat mobil asal Jepang itu berencana memiliki baterai siap produksi pada awal 2020-an.

Era kendaraan listrik bukan hanya akan memberikan perubahan bagi para pabrikan kendaraan bermotor. Industri pendukung, seperti komponen otomotif juga terkena dampaknya.

Beberapa perusahaan komponen sudah mengumumkan akan segera mengubah fokus bisnis untuk masuk ke era kendaraan energi baru terbarukan. Produsen busi terbesar, NGK Spark Plug Co. mengatakan akan segera membuat solid state battery. Denso Co. juga, sudah bekerja sama dengan Toyota dan Mazda Motor Co. untuk mengembangkan produk serupa.

Pakar industri memperkirakan mobil plug-in hibrida dan listrik murni akan menguasai 26% penjualan mobil baru secara global pada 2030. Terakhir pada 2016, Energy Agency mencatat mobil listrik baru memberikan kontribusi sebanyak 1%.

Tag : mobil listrik, honda
Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top