BMW Incar 50% Kenaikan Penjualan Kendaraan Listrik Tahun Depan

BMW AG menargetkan kenaikan penjualan mobil plug-in hybrid dan mobil listrik pada tahun 2018 guna mempertahankan posisinya dalam pertarungan mobil listrik karena pesaingnya seperti Volkswagen AG menyiapkan mobil listrik mereka sendiri.
Aprianto Cahyo Nugroho | 05 Desember 2017 07:38 WIB
Logo BMW - Reuters/Pascal Lauener

Bisnis.com, JAKARTA - BMW AG menargetkan kenaikan penjualan mobil plug-in hybrid dan mobil listrik pada tahun 2018 guna mempertahankan posisinya dalam pertarungan mobil listrik karena pesaingnya seperti Volkswagen AG menyiapkan mobil listrik mereka sendiri.

Kenaikan  target penjualan sekitar 150.000 mobil akan mewakili kenaikan 50% dari tahun ini, dan melonjak sekitar dua pertiga dari pengiriman mobil ramah lingkungan tahun lalu.

BMW, yang menjadi penggerak awal dalam peralihan ke mobil listrik dengan i3 nya pada tahun 2013, menghadapi persaingan yang semakin ketat dari saingannya seperti Mercedes-Benz dan Volkswagen.

"Kami pasti akan meningkatkan penjualan dengan jumlah digit dua digit. Hal ini dilakukan agar kami tetap unggul di depan para pesaing kami," ungkap Klaus Froehlich, kepala pengembangan BMW, seperti dikutip Bloomberg.

Dihadapkan dengan peraturan pengetatan emisi, BMW dan produsen mobil lainnya menghabiskan modal besar untuk mengembangkan rangkaian mobil listrik yang lebih menarik untuk meningkatkan penjualan yang melaju lamban.

Di sisi lain, pendapatan dari penjualan mobil ramah lingkungan masih belum pasti, karena harga baterai yang tinggi akan menekan margin dibandingkan dengan kendaraan bermesin pembakaran internal, setidaknya untuk beberapa tahun ke depan. Penjualan kendaraan jenis ini juga masih berkontribsi kecil dari total penjualan mobil BMW.

Untuk menopang penjualan, BMW akan mulai menjual mobil SUV All-New X7 dan coupe 8 Series terbaru, dengan harga sekitar 100.000 euro (US$119.000). Segmen unggulan ini akan berhadapan langsung dengan varian mewah Mercedes-Benz seperti coupe S-Class dan Maybach.

Tidak seperti induk Mercedez, Daimler AG, atau Volkswagen, BMW hanya mengembangkan sekurangnya 12 mobil listrik hingga tahun 2025. Pesaingnya, Volkswagen, berencana untuk memiliki 50 mobil. Listrik pada saat itu.

"Tujuan kami untuk segmen mewah dalam beberapa tahun ke depan adalah mengambil pangsa pasar yang lebih banyak," ungkap Chief Executive Officer BMW, Harald Krueger.

Pengembangan mobil listrik BMW bertepatan dengan transformasi terbesar dalam industri ini dalam beberapa dasawarsa, menarik sejumlah pesaing baru seperti Tesla Inc. dan Uber Technologies Inc. BMW bulan lalu mengatakan akan menghabiskan 7 miliar euro untuk penelitian dan pengembangan di tahun ini, Jumlah ini setara dengan pengeluaran gabungan tahun 2011 dan 2012.

Tahun depan, BMW akan membawa line-up mobil listrik Mini, diikuti oleh SUV X3 bertenaga baterai pada tahun 2020, menambahkan pengerak listrik ke model yang ada tanpa menciptakan lini terpisah.

Di masa depan, BMW akan menamai versi model listriknya dengan label 'i'. BMW telah mematenkan nama untuk model listrik iX1 hingga iX9.

Tag : mobil listrik, bmw
Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top