Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Subaru Disinyalir Terkena Skandal Pabrik Seperti Nissan

Subaru Corp gagal dalam prosedur pemeriksaan tepat untuk kendaraan yang ditujukan untuk pasar domestik di sebuah pabrik di Jepang, dua orang dengan pengetahuan tentang masalah tersebut mengatakan kepada Reuters, Jumat (27/10/2017)
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 27 Oktober 2017  |  09:37 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Subaru Corp gagal dalam prosedur pemeriksaan tepat untuk kendaraan yang ditujukan untuk pasar domestik di sebuah pabrik di Jepang, dua orang dengan pengetahuan tentang masalah tersebut mengatakan kepada Reuters, Jumat (27/10/2017)

Hal ini merupakan isu serupa dengan Nissan Motor Co yang tengah bergulat dengan masalah kepatuhan bersama dengan Kobe Steel Ltd.

Kementerian Perhubungan Jepang telah menginstruksikan produsen mobil dalam negeri untuk melakukan penyelidikan internal setelah Nissan menemukan pelanggaran atas produksi kendaraan yang dijual di Jepang di pabrik dalam negeri.

Kementerian tersebut telah menetapkan batas waktu akhir Oktober untuk mengirimkan hasilnya.

Sumber Reuters mengatakan bahwa Subaru telah mengizinkan teknisi yang tidak bersertifikat untuk melakukan inspeksi akhir sebuah kendaraan di kompleks pabrik Gunma utamanya, utara Tokyo. Hal ini melanggar persyaratan kementerian.

Smentara itu Nikkei melaporkan sebelumnya bahwa Subaru belum menentukan apakah hal tersebut akan memerlukan recall atau penarikan kendaraan sebanyak 300.000 unit.

Juru bicara Subaru mengatakan perusahaan tersebut tidak dapat berkomentar mengenai masalah inspeksi karena produsen belum mengajukan hasil penyelidikan internal ke kementerian transportasi.

Secara terpisah Kyodo News melaporkan bahwa Subaru telah membiarkan teknisi yang tidak bersertifikat mengawasi pemeriksaan akhir selama lebih dari 30 tahun, tanpa mengutip sumbernya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Subaru
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top