GIIAS 2017: BMW i3, Mobil Listrik Simbol Mobilitas Masa Depan

Salah satu di antara deretan mobil mewah di BMW Pavilion seluas 2100 m2 yang menarik perhatian pengunjung adalah BMW i3. Kendaraan ini merupakan model produksi pertama BMW Group yang beroperasi penuh menggunakan tenaga listrik.
Fatkhul Maskur | 13 Agustus 2017 21:17 WIB
BMW i3. BMW

Bisnis.com, TANGERANG – Salah satu di antara deretan mobil mewah di BMW Pavilion seluas 2100 m2 yang menarik perhatian pengunjung adalah BMW i3. Kendaraan ini merupakan model produksi   pertama BMW Group yang beroperasi penuh menggunakan tenaga listrik.

Bagi BMW Group Indonesia, kehadiran BMW i3 di ajang pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 adalah sebuah penegasan sebagai perusahaan terdepan di bidang teknologi dan mobilitas.

“BMW i3 adalah simbol mobilitas masa depan,”  ujar Karen Lim, President Director BMW Group Indonesia.

BMW i3 menggarisbawahi visi jangka panjang BMW i, yaitu menghadirkan kendaraan dan layanan mobilitas visioner dan menetapkan standar baru di industri mobilitas premium. Kehadiran BMW i3 sejalan dengan tema GIIAS tahun ini, yaitu Rise of the Future Mobility.

Kehadiran Perdana

Sebagai model kendaraan pertama BMW Group yang beroperasi penuh menggunakan tenaga listrik, BMW i3 memulai babak baru di bidang electro mobility.

BMW i3 hadir dengan desain visioner, arsitektur kendaraan yang revolusioner, kenikmatan berkendara khas BMW, konektivitas inovatif, dan karakter premium yang berorientasi masa depan. Kendaraan urban ini merupakan hasil riset dan pengembangan mendalam project BMW i. 

BMW i3 memiliki konsep yang sama dengan BMW i8. Kedua kendaraan ini tidak hanya menggunakan mesin listrik, tetapi setiap proses dan bahan yang digunakan dalam produksi berorientasi pada konsep keberlanjutan dan masa depan.

Semua proses ini dilakukan tanpa menghilangkan esensi penting dari setiap kendaraan BMW, yaitu nuansa sport dan kualitas premium.

BMW i3: Born Electric.

BMW i3 diklaim merupakan solusi mobilitas urban masa kini dan masa depan dengan tampilan menarik. Kendaraan ini merupakan kendaraan premium pertama yang didesain untuk menggunakan tenaga listrik secara utuh.

Oleh karena itu, kendaraan ini bebas dari emisi gas buang dan membawa sejumlah kelebihan, seperti BMW LifeDrive Architecture, teknologi BMW eDrive, sistem penggerak roda  belakang, dan desain ringan yang memberi keseimbangan antara kenikmatan berkendara, jarak tempuh, dan bobot kendaraan secara keseluruhan.  

BMW i3 yang  hadir di GIIAS 2017 membawa kapasitas baterai listrik yang lebih mumpuni sebesar 94ah dan dilengkapi mesin ringkas yang dapat digunakan sebagai penambah jarak tempuh (REx). Kombinasi  motor  listrik dan REx dapat membawa kendaraan ini sejauh hingga 330km.

Alasan pemilihan untuk menampilkan varian ini adalah kemampuannya untuk tetap berfungsi pada kondisi infrastruktur yang terbatas. 

Arsitektur LifeDrive:  Inovatif dan Fungsional

Struktur ArsitekturLifeDrive menggambarkan konstruksi dasar BMW  i3. Elemen inti dari Life Module terdiri dari kompartemen penumpang yang terbuat dari carbon-fibre-reinforced-plastic (CFRP). Lapisan luar plastik yang kuat menempel pada kompartemen ini memungkinkan desain yang beragam.

Life Module terpasang ke Drive Module yang terbuat dari aluminium. Modul ini menjadi rumahan kerangka dan penggerak mobil. Pembagian kedua bagian ini terpancar pada desain BMW i3. Baik desain interior maupun eksterior menampilkan karakter dari struktur ini lewat percampuran beberapa lapisan dan permukaan.

Penggunaan bahan CFRP yang ringan namun kuat di kompartemen penumpang memungkinkan dihilangkannya pilar B untuk memudahkan akses terhadap baris depan dan belakang. Kerangka karbon   yang tampak ketika pintu dibuka menjadi elemen penyatu antara eksterior dan interior. Anyaman karbon dua dimensi yang terpapar ini memberi kesan fungsional bagi konstruksi CFRP di BMW i3.  

Proporsi kelincahan dan ruang lapang.

Dengan  bodi sepanjang 3,999 milimeter, lebar 1,775mm dan tinggi 1,578mm, BMW i3 menampilkan proporsi  unik yang memperkuat aura lincah untuk mobilitas urban. Overhang depan dan belakang yang  pendek juga mencerminkan karakter berkendara yang gesit.

Permukaan kaca yang lua s dan struktur karbon di BMW i3 memberi kesan ringan bagi kendaraan ini. Dari samping, siluet yang mengalir dan jarak roda yang panjang mempertontonkan ruang lapang yang ditawarkan BMW i3. Kesan ini juga diperkuat dengan penggunaan pintu coach yang memudahkan akses masuk kendaraan.  

Orientasi Keberlanjutan.

Karakter revolusioner BMW i3 berdasar pada konsep yang dirancang dari nol untuk memberikan mobilitas berkelanjutan serta membawa sejumlah fitur yang dipilih untuk memaksimalkan efisiensi.

Konsep next premium yang diusung tidak hanya berfokus pada kendaraan ini sendiri, namun juga kepada pemilihan material, proses produksi, rantai pasokan, dan daur ulang.  Dengan ini, BMW i3 menetapkan standar diharapkan menjadi tidak tertandingi di industri otomotif.

Desain ringan BMW i menggunakan bahan bahan antikarat, tahan benturan dengan balutan CFRP berteknologi tinggi. Di bidang ini, BMW Group juga memperoleh capaian baru dalam hal penggunaan dan pengolahan material. 

Produksi BMW i3 menetapkan standar baru dalam perlindungan terhadap lingkungan dan mengonsumsi tenaga sebesar 50% lebih rendah dan menggunakan 70% air lebih sedikit dibandingkan rata - rata penggunaan sumber daya produksi BMW Group yang juga sangat efisien.

Seluruh tenaga listrik yang digunakan untuk memproduksi BMW i di pabrik Leipzig menggunakan tenaga angin yang 100% terbarukan. Ini merupakan kali pertama sebuah fasilitas perakitan mobil di Jerman menggunakan turbin angin untuk menggerakkan seluruh proses produksi.

Sejalan dengan apa yang terjadi di Leipzig, seluruh energi untuk produksi carbon fibre di fasilitas produksi Moses Lake menggunakan pembangkit listrik tenaga air lokal dan bebas emisi.

BMW eDrive: Motor Listrik Standar Baru 

Motor listrik sinkron hibrida yang dikembangkan dan diproduksi khusus oleh BMW Group untuk BMW i3 menghasilkan output 170 dk dengan torsi maksimum 250 Nm (184 lb- ft) sejak mobil mulai bergerak.

BMW i3 melaju dari 0 hingga 100 km / jam (62 mph) dalam 7,2  detik, setelah berakselerasi dari nol ke 60 km / jam (37 mph) hanya dalam 3,7 detik. Dengan waktu 4,9 detik untuk melaju dari 80 sampai 120 km / jam (50  -   75 mph), kendaraan ini menawarkan performa sport yang umumnya dihasilkan mobil dengan mesin konvensional yang membawa tenaga jauh lebih besar. 

Penggerak roda belakang mobil memungkinkan as roda depan tetap bebas dari torsi kemudi dan memenuhi fungsi kemudinya hingga penuh.

Seperti model terkini dari merek BMW dan MINI, bantuan tenaga listrik juga mengirim perintah kemudi BMW i3 ke jalan dengan lancar dan presisi. Lingkaran baliknya yang sangat kecil yaitu 9,86 meter dan setir kemudi yang menuntut hanya 2,5 putaran dari posisi kunci untuk menunjukkan pengendalian BMW i3 yang tangkas.

Ketangkasan ini adalah ciri khas pengalaman berkendara dengan BMW i3, terutama di perkotaan. Selain itu, jarak sumbu roda yang panjang (2.570 milimeter), bingkai aluminium kaku dari modul Drive dan teknologi sasis canggih merupakan komposisi sempurna untuk perjalanan yang nyaman.

Spesifikasi  BMW i3.

Teknologi BMW eDrive, motor listrik hibrida sinkronis dengan modul daya terintegrasi, pengisi daya dan mode generator, transmisi otomatis percepatan tunggal dengan rasio tetap.

  • Motor Listrik - Tenaga Maksimum    170 dk
  • Motor Listrik - Torsi Maksimum    250 Nm 
  • Akselerasi  0 - 100 km/jam   8,1  detik
  • Kecepatan Maksimum   150 km/ jam
  • Emisi  CO2           (UN ECE)   0 g/km

    

Tag : mobil listrik, bmw i3, GIIAS 2017
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top