Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masa Penjualan Mobil Bensin Bakal Berakhir pada 2035

Himpunan organisasi para peneliti dan para penulis PBB yang bertugas memonitor kebijakan pemerintah dalam mengurangi dampak pemanasan global, Climate Action Tracker (CAT), merilis hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa masa penjualan mobil berbahan bakar bensin harus berakhir pada tahun 2035 untuk mencapai tujuan Paris Summit pada Desember 2015.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 16 September 2016  |  12:31 WIB
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) ke mobil, di Bandung, Jawa Barat, baru-baru ini. - JIBI/Rachman
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) ke mobil, di Bandung, Jawa Barat, baru-baru ini. - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Himpunan organisasi para peneliti dan para penulis PBB yang bertugas memonitor kebijakan pemerintah dalam mengurangi dampak pemanasan global, Climate Action Tracker (CAT), merilis hasil penelitian yang mengungkapkan masa penjualan mobil berbahan bakar bensin harus berakhir pada 2035 untuk mencapai tujuan Paris Summit pada Desember 2015.

Para pemimpin dunia melalui Paris Summit Desember tahun lalu telah menetapkan batas kenaikan temperatur di bawah 2 derajat Celcius atau 3,6 Fahrenheit dan terus diperketat hingga di bawah 1,5 derajat Celcius.

Penelitian CAT mengungkapkan bahwa 14% dari total emisi gas rumah kaca di dunia berasal dari emisi kendaraan.

"Ini sangat mengejutkan bahwa ini terjadi begitu awal dan berarti akan ada perubahan besar dalam industri otomotif secara keseluruhan," ungkap Niklas Höhne dari Newclimate Institute kepada pihak Reuters, seperti dikutip Jumat (16/9/2016).

Waktu tersebut dianggap lebih awal dari yang telah ditetapkan sebagian besar para manufaktur otomotif seperti halnya Toyota yang menargetkan 'nol emisi karbon dioksida' untuk mengurangi emisi kendaraan sebesar 90% pada 2050.

Penelitian itu juga menyebutkan mobil bertenaga biofuel dan hidrogen dapat menjadi pilihan. Selain itu, sektor transportasi ramah lingkungan tersebut juga memerlukan perubahan lainya seperti pembangkit listrik yang ramah lingkungan.

Meskipun demikian, penelitian juga mengungkapkan kendala yang dihadapi. "Kendaraan tenaga listrik masih lebih mahal dan proyeksi kebijakan mobil listrik masih hanya melihat pangsa pasar sekitar 5% dari total mobil listrik di Uni Eropa, China, dan AS pada 2030," ungkap dalam laporan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobil bensin
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top