Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menjajal Keramahan Mitsubishi Canter Eco Hybrid

Apa gambaran yang kerap muncul di benak Anda saat melihat atau membicarakan tentang truk? Biasanya mesin diesel yang meraung, asap hitam yang mengepul, dan konsumsi bahan bakar yang boros.
Rachmad Subiyanto
Rachmad Subiyanto - Bisnis.com 21 November 2015  |  12:25 WIB
Mitsubishi Canter.
Mitsubishi Canter.

Bisnis.com, JAKARTA - Apa gambaran yang kerap muncul di benak Anda saat melihat atau membicarakan tentang truk? Biasanya mesin diesel yang meraung, asap hitam yang mengepul, dan konsumsi bahan bakar yang boros.

Berbicara soal truk, kita sering kali memandang sebelah mata perhatiannya terhadap lingkungan. Hal ini lah yang menjadi salah satu inspirasi Mitsubishi Fuso untuk mengeluarkan produk Canter Eco Hybrid yang mesinnya merupakan perpaduan dari mesin diesel konvensional dan motor listrik. Citra sebagai kendaraan yang tak ramah lingkungan pun hilang.

Di sela-sela gelaran Tokyo Motor Show bulan lalu,  saya berkesempatan menjajal Canter berjenis dry van. Model ini merupakan salah satu dari tiga jenis Mitsubishi Canter Eco Hybrid. Dua lainnya, yakni flat body dan wing van. Uji coba langsung dilakukan di pabrik Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation di Kawasaki, Jepang.

Perbedaan antara dry van dan wing van terletak pada posisi pintu pembuka boks. Untuk  dry van, pintu pembuka berada di bagian belakang. Adapun untuk wing van, pintu pembuka boks berada di sisi kiri kendaraan.

Dari kejauhan, Mitsubishi Canter ini tampak sebagaimana kepala kuning, panggilan yang lebih lazim untuk kendaraan sejenis di Indonesia. Perbedaan terlihat pada grill  yang modern dengan warna krom berpadukan emblem Eco Hybrid yang berlatar biru muda.

Pijakan kaki yang agak tinggi, memang didesain untuk mendukung aktivitas pengangkutan yang memerlukan kegesitan bagi pengemudinya untuk masuk ke ruang kemudi. Ruangan yang menjadi kepala kendaraan itu memiliki ruang yang cukup untuk kaki dengan postur tubuh yang  tinggi.

Ketika dihidupkan, suara mesin diesel memang masih terdengar. Namun, mesin berkapasitas 3.0 liter ini memiliki emisi yang diklaim lebih rendah. Dengan Bluetech, emisi NOx dan PM yang disebut 30% lebih rendah dari regulasi yang diterapkan pada 2010.

Tidak seperti mobil hibrida  yang hanya menawarkan mode untuk motor listrik, Canter Eco Hybrid juga menjadikan mesin diesel aktif sebagai generator. Ketika pedal gas diinjak, indikator pengisian baterai pun bergerak ke kiri yang menunjukkan adanya pengisian daya. Selain itu, mesin diesel ini juga mengaktifkan fungsi dari power steering dan booster rem.

Fuso menyebutkan konsumsi bahan bakar dari Mitsubishi Canter Eco Hybrid 12,8 Km per liter. Tak heran jika sejak peluncurannya pada 2012, kendaraan ini sudah merajai pasar di kelasnya.

Dalam panel  dashboard  hingga speedometer, terpampang indikator dan panel fungsi kendaraan. Indikator hibrida menunjukkan kapasitas baterai yang ada serta konsumsi listrik dan proses pengisian daya.

Sementara itu, terpampang pula panel audio dan panel air conditioner yang dengan mudah dikendalikan.

Sistem transmisi yang digunakan pada kendaraan ini adalah otomatis. Tuas transmisi otomatis yang terletak di dudukan sebelah kiri pengemudi menjadikan pergerakan tangan tidak terganggu saat berkendara. Namun, perpindahan transmisi masih terasa dalam putaran rendah.

Jadi, apakah Anda siap untuk ikut menjajal ‘keramahan’ Mitsubishi Canter Eco Hybrid?

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mitsubishi Canter
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top