Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Honda Hadapi Investigasi Terkait Airbag

Regulator keamanaan kendaraan Amerika Serikat sedang menginvestigasi mobil keluaran Honda Motor Co. tipe Accord. Investigasi tersebut dilakukan setelah lembaga itu menerima 19 laporan yang menyebutkan modul kontrol kantong udara (airbag) tidak berfungsi.
Wan Ulfa Nur Zuhra
Wan Ulfa Nur Zuhra - Bisnis.com 24 Agustus 2015  |  00:50 WIB
Recall kantong udara - Ilustrasi/www.cochranfirmdc.com
Recall kantong udara - Ilustrasi/www.cochranfirmdc.com

Bisnis.com, WASHINGTON - Regulator keamanaan kendaraan Amerika Serikat sedang menginvestigasi mobil keluaran Honda Motor Co. tipe Accord. Investigasi tersebut dilakukan setelah lembaga itu menerima 19 laporan yang menyebutkan modul kontrol kantong udara (air-bag) tidak berfungsi.

Sebanyak 384.000 kendaraan mungkin akan terkena dampak atas kerusakan yang bisa membuat air-bag tidak mengembang dalam kecelakaan. menurut National Highway Traffic Safety Administration menyatakan bahwa penyelidikan dimulai pada 18 Agustus.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu (23/8/2015), Kantor Investigasi menyebutkan bahwa masalah tersebut mengakibatkan lampu status dari air-bag menyala, dan sistem air-bag tetap dinonaktifkan sampai adanya perbaikan.

Kantor terebut akan memeriksa ruang lingkup dan frekuensi masalah sebelum memutuskan apakah akan melakukan recall atau tidak. Honda tidak segera menanggapi permintaan konfirmasi.

Kantong udara telah menjadi duri dalam daging bagi Honda dan industri otomotif lebih luas tahun ini. Pada awal Juli, 4,5 juta mobil di-recall sehubungan dengan kantong udara buatan Takata Corp. []

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

honda airbag
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top