Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Tip Mencegah Mobil Bau Apek Akibat Rembesan Air Banjir

-Beberapa permasalahan seringkali menimpa pengguna mobil di musim hujan. Salah satunya adalah bau apek yang timbul akibat masuknya air hujan ke dalam interior mobil.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 09 Februari 2015  |  00:37 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Beberapa permasalahan seringkali menimpa pengguna mobil di musim hujan. Salah satunya adalah bau apek yang timbul akibat masuknya air hujan ke dalam interior mobil.

Selain karena air hujan yang masuk akibat genangan air banjir sehingga membasahi kabin mobil. Air rembesan di beberapa sambungan antar lempengan body mobil juga sering kali terjadi, terutama di atap mobil.

Maka dari itu tak jarang, plafon kabin mobil menjadi berbau apek, dan timbul jamur di beberapa sudut. Akibatnya mau tak mau pengguna mobil harus mengganti plafon mobilnya dengan yang baru.

Selain itu, kejadian ini juga kerap terjadi di posisi sambungan antara kaca mobil dengan body mobil. Seringkali meskipun dilapisi karet pelapis, air tetap saja masuk. Di antaranya karena terdapat lapisan karet yang renggang, atau munculnya pori-pori tak terlihat di antara sambungan.

Guna menyelesaikan permasalahan  tersebut, diperlukan tips khusus yang perlu dilakukan oleh pemilik mobil. Salah satunya adalah menggunakan cairan perekat karet sealant.

“Cairan ini berfungsi sebagai penutup pori-pori atau lubang yang tak kasat mata. Selain itu, bisa juga buat merekatkan kembali lapisan karet penutup sambungan,” ujar Heri Pamungkas, owner bengkel Gading di Jakarta Barat, kepada Bisnis.com,Minggu (8/2/2015).

Langkah pertama yang perlu dilakukan sebelum mengoles Sealant adalah mendeteksi lokasi kebocoran atau rembesan di mobil anda. Akan lebih mudah apabila anda mendeteksinya usai mobil anda terkena hujan.

“Jadi kalau habis kehujanan kan kelihatan tuh lokasi mana yang basah, biasanya tidak jauh-jauh dari situ rembesannya,” lanjut Heri.

Jika sudah ditemukan titiknya, lap titik kebocoran tersebut menggunakan kain yang bersih hingga kering. Apabila lokasinya sangat sempit dan susah dijangkau, Anda bisa menggunakan kuas untuk menyapu kotoran atau air yang masih menempel di titik tersebut.

Usai dibersihkan, oleskan cairan “sealant” ke lokasi rembesan. Usahakan olesan dilakukan secara lebih lebar di daerah sekitar rembesan, ini dilakukan agar pori-pori tersebut benar-benar tertutup.

Selanjutnya, tunggu beberapa saat sampai cairan “sealant” mengering. Jika sudah mengering, tutup segera lapisan karet yang menjadi pelindung, agar bisa merekat dengan erat.

Namun jika anda tak mempunyai waktu untuk mengoleskannya usai mobil terkena hujan. Anda bisa mengingat-ingat di mana air nampak merembes ke dalam kabin mobil saat hujan. Usahakan untuk menandainya dengan tanda khusus agar anda tak lupa lokasi rembesan.

Jika sudah ditandai, coba tuang air dari lapisan luar mobil di titik yang anda duga sebagai lokasi rembesan. “Kalau sesudah dituang, kelihatan titik tetesannya atau rembesannya, langsung lakukan pembersihan dan pengolesan cairan Sealant,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Heri, jangan sampai anda asal membeli Sealant. Sebab hanya Sealant dengan warna bening dan tak mengeluarkan bau yang tajam yang cocok untuk body mobil.

Pasalnya, seringkali Sealant yang berwarna dan memiliki bau yang sangat menyengat. Dapat merusak lapisan cat mobil, karena kandungannya yang dimilikinya.

Cairan Sealant sendiri dapat dengan mudah anda temukan di berbagai tempat, seperti di bengkel-bengkel kendaraan bermotor, toko bangunan, hingga toko penjual aksesoris akuarium.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips mobil
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top