PABRIKAN MOBIL, Pembuat Image Para Pencetak Volume

Pabrikan mobil asal Jepang macam Honda, Toyota, dan Daihatsu, dikenal di Indonesia sebagai merek yang memasarkan produk yang bisa mencetak angka penjualan dalam jumlah yang besar.
Lingga Sukatma Wiangga | 07 Januari 2015 01:40 WIB
Corolla. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -Pabrikan mobil asal Jepang macam Honda, Toyota, dan Daihatsu, dikenal di Indonesia sebagai merek yang memasarkan produk yang bisa mencetak angka penjualan dalam jumlah yang besar. Namun jangan salah, mereka pun memperkenalkan produk yang dinilai sebagai image maker ketimbang volume maker di segmen sedan sport.

Sudah sejak lama Toyota di Indonesia dikenal memproduksi mobil dengan harga yang relatif terjangkau dan mengedepankan fungsi praktis, sehingga produknya laris manis di pasar Tanah Air. Di sisi lain, pabrikan Jepang itu menghadirkan pula Toyota 86 yang cukup segmented sekaligus menjadi brand maker.

Toyota 86 merupakan sedan sport dua pintu dengan kapasitas empat penumpang. Toyota 86 merupakan sedan sport pertama yang dipasarkan PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku agen pemegang merek (APM) Toyota di Indonesia. Toyota 86 mulai dipasarkan di dalam negeri sejak 1 Juni 2012.

Akan tetapi, sport coupe campact tersebut pertama kali diperkenalkan pada publik otomotif di Tanah Air pada ajang Indonesia International Motor Show 2011. Saat itu, salah satu sedan mewah dari Toyota tersebut masih berupa mobil konsep.

Dihubungi Bisnis di sela-sela kesibukannya, Direktur Pemasaran PT TAM Rahmat Samulo mengamini jika brand Toyota sudah melekat di benak konsumen otomotif Indonesia sebagai pabrikan yang membuat kendaraan yang lebih mengedepankan kebutuhan utama masyarakat dalam berkendara, ketimbang mengedepankan kecepatan dan tampilan yang sangat memikat.

Namun kehadiran 86 di pasar otomotif dalam negeri menembus paradigma tersebut. “Toyota dikenal dengan kendaraan yang digemari masyarakat karena fungsinya dengan harga yang kompetitif sehingga volumenya besar. Kehadiran 86 menunjukan image Toyota kuat pula dengan desain yang agresif dan model sport. Bisa dibilang 86 pun sebagai image maker ketimbang jadi volume maker,” kata Samulo kepada Bisnis, Minggu (4/1).

Kendaraan yang dirakit di Ota, Gunma, Jepang tersebut dari segi powertrain mengadopsi dari Toyota Sport 800. Untuk desain, 86 terinspirasi dari pendahulunya Toyota 2000 GT. Samulo mengklaim, Toyota 86 mengedepankan unsur fun to drive karena dibalut dengan konsep excellent, sensual and beauty.

Mobil ini dikemas dengan tampilan sportif serta mudah dikemudikan bagi pemula atau para profesional. “Produk ini selain strong secara desain juga nyaman dikendarai. Oleh karena itu di bagian belakang masih menyediakan kursi untuk penumpang,” ujarnya.

Toyota 86 dilengkapi mesin depan yang mendatar (flat boxer engine) berkapasitas 2.000 cc, dengan type 4U-GSE. Sedan sport 86 dilengkapi pula teknologi Toyota D-4S (Direct Injection 4-stroke Gasoline Superior) yang dapat menyemburkan tenaga hingga 200 PS pada 7.000 rpm.

Sedan ini menggunakan penggerak roda belakang ditambah posisi center of gravity (CoG) yang sangat rendah (460 mm) sehingga membuatnya stabil saat mengaspal. Produk ini pun dipersenjatai transmisi 6 percepatan manual dan 6 percepatan otomatis dengan paddle shift.

Produk sedan tersebut terdiri dari empat varian berbeda dengan kisaran harga Rp665,2 juta hingga Rp698,7 juta on the road Jakarta. Samulo berharap ke depan 86 dapat terjual 15-20 unit per bulan. Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) hingga periode Januari-November 2014 Toyota 86 baru terjual 79 unit.

Jumlah tersebut turun dari capaian pada periode yang sama 2013 sebanyak 163 unit. Pada 2013 total penjualan 86 dalam setahun mencapai 170 unit. Menurut Samulo, penurunan pasar terjadi karena situasi ekonomi yang tergoncang pada 2014. Tahun ini pasar dihadapkan pada suku bunga yang naik, serta nilai rupiah yang terdepresiasi. Maklum saja, 86 saat ini masih diimpor oleh TAM.

Menurut Samulo, melihat antusias konsumen terhadap 86 tak mustahil Toyota menghadirkan kembali kendaraan sport lainnya di Indonesia. “Di samping Toyota 86 kami memang sedang mempelajari kemungkinan memasarkan kembali kendaraan sport,” ucapnya.

Pada 2014 tren penjualan segmen sedan sport memang melandai. Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pasar sedan sport menunjukan tren positif. Gaikindo mencatat, pada 2011 segmen sedan sport terjual 152 unit. Namun pada tahun itu 86 belum mengaspal.

Pada 2012 segmen sedan sport jumlah penjualannya naik menjadi 495 unit, dengan Toyota 86 terjual sebanyak 169 unit. Pada 2013 penjualan sedan sport kembali menanjak mencapai 963 unit. Pada 2013, 86 kalah pamor dengan sedan sport yang dipasarkan Honda yaitu CR-Z yang terjual mencapai 429 unit.

CR-Z merupakan sedan sport dua pintu dengan kapasitas empat penumpang. Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy pernah mengatakan, CR-Z didesain sebagai produk yang menawarkan tiga nilai utama. CR-Z diklaim menonjolkan rasa dan emosional pengendaranya.

Selain itu saat dikendarai CR-Z membuat pengemudi nyaman mengendarainya. Di sisi lalin sedan sport yang dipasarkan HPM tersebut mengangkat nilai smart yang diartikan pengguna bertanggungjawab terhadap lingkungan karena memakai teknologi hybrid.

Hingga periode Januari-November 2014, di segmen sedan sport sudah terjual 400 unit dengan kontribusi CR-Z yang mencapai 117 unit. Sejak dipasarkan pada 2013 CR-Z mendapat sambutan positif. Pasalnya sedan sport andalan Honda tersebut didukung oleh mesin listrik hibrida terintegrasi (Integrated Motor Assist/IMA) dengan kapasitas 1,5 liter.

Mesin tersebut dilengkapi 16 katup i-VTEC SOHC 4 silinder dan mampu memberikan 122 tenaga kuda dengan torsi 128 lb-ft. CRZ menyajikan dua pilihan transmisi, yaitu manual 6 kecepatan atau transmisi otomatis dengan sistem transmisi halus dan tanpa hentakan continuously variable transmission (CVT). Di uji di Negara asalnya, Jepang, dengan sistem pengujian model 10-15 CR-Z “memakan” bahan bakar 4 liter per 100 km untuk transmisi otomatis.

Sedangkan untuk trasnmisi manual “memakan” 4,4 liter bahan bakar per 100 km. Jika diuji dengan model JCO8, sistem transmisi otomatis menghabiskan 4,4 liter bahan bakar per 100 km dan 4,4 liter per 100 km untuk transmisi manual.

Dengan menggunakan teknologi baterai Integrated Motor Assist (IMA) CR-Z diklaim hemat bahan bakar sampai 20 km per liter. Hingga akhir 2014 lalu, CR-Z transmisi manual dibanderol Rp497,5 juta, sedangkan untuk transmisi otomatis Rp511,5 juta.

Di sisi lain, Daihatsu memiliki andalan di segmen sedan sport yaitu Copen. Di Indonesia, Copen sudah sering diperkenalkan PT Astra Daihasu Motor (ADM) dalam ajang bergengsi Indonesia International Motor Show (IIMS). Copen hanya dijadikan sebagai model display, dan tidak secara resmi dipasarkan.

Namun Direktur Pemasaran PT ADM Amelia Tjandra pernah mengatakan di ajang IIMS 2014 September lalu, pihaknya akan memasarkan Copen tahun ini sesuai pemesanan. Menurut dia saat ini memang sudah ada beberapa unit Copen yang mengaspal di Tanah Air. Copen tersebut tidak didapatkan melalui diler resmi ADM, tetapi melalui importir umum.

Copen terbilang memiliki ukuran yang kecil bagi sedan sport. Copen memiliki dimensi panjang hanya 3.395 mm dengan lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.280 mm. Wheelbase-nya 2.230 mmm dengan berat kosong 850 kg untuk tipe manual dan 870 kg untuk tipe transmisi otomatis. Di Negara asalnya, Copen sudah dijual sejak 2003.

Copen dilengkapi dengan dapur pacu berkapasitas hanya 658 cc, 3 silinder 12 valves DOHC intercooler turbo. Mesin tersebut dapat menghasilkan tenaga hingga 47 kW pada 6400 rpm dengan torsi 92 Nm pada 3.200 rpm.

Dengan mesin tersebut Copen diklaim irit bahan bakar karena hanya menghabiskan  satu liter untuk 22,2 Km jalan yang ditempuh dengan transmisi otomatis. Sedangkan untuk transmisi manual dapat menempuh jarak 25,2 km/liter. Menurut Amelia, harga Copen di Indonesia bisa dua kali lipat bahkan lebih dari negara asalnya yang dibanderol sekitar Rp175 juta.

Tag : otomotif
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top