Penjualan Turun, Audi Revisi Target

Penjualan kendaraan premium Audi pada periode Januari-September 2014 turun sekitar 22,18% dari periode yang sama tahun lalu, hal itu membuat Audi merevisi target
Lingga Sukatma Wiangga | 02 November 2014 23:07 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Penjualan kendaraan premium Audi pada periode Januari-September 2014 turun sekitar 22,18% dari periode yang sama tahun lalu, hal itu membuat Audi merevisi target.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis, penjualan pabrikan asal Jerman di tataran wholesales  pada periode Januari-September 2013 mencapai 302 unit. Pada periode yang sama tahun ini raihannya hanya 235 unit.

Menurut Wanny Bhakti, Head of Marketing and PR PT Garuda Mataram Motor selaku agen pemegang merek (APM) Audi mengatakan, di awal, pihaknya pada 2014 menargetkan penjualan tak jauh berbeda dengan capaian 2013 sekitar 410 unit kendaraan.

Target harus direvisi menjadi sekitar 300 unit karena pasar pada 2014 terganggu. Wanny mengatakan, konsumen menahan pembelian karena nilai rupiah anjlok. Kondisi makro ekonomi yang terpengaruh masalah politik tidak sesuai dengan yang diharapkan pelaku usaha.

Maklum saja, dari 13 line up Audi yang tercatat Gaikindo dan dipasarkan di Indonesia masih impor dari Jerman. Selain itu, penurunan penjualan disinyalir karena adanya pembatasan kuota kendaraan bagi pasar domestic oleh prinsipal.

“Kami sudah melakukan revisi volume penjualan. Karena dampak kurs dan sebagainya pasar menurun dan suplai kuota terbatas dari Jerman. Sehingga tidak bisa mencapai target awal yang sama seperti tahun lalu. Kami revisi menjadi sekitar 300 unit tahun ini,” kata Wanny kepada Bisnis, Minggu (2/11).

Untuk mencapai target 300 unit, pada kuartal IV/2014 Audi harus melego setidaknya rata-rata 22 unit kendaraan per bulan. Hal itu tidak akan terlalu sulit bagi Wanny jika pihaknya bisa mempertahankan tren positif pada kuartal III/2014 dengan rata-rata penjualan per bulan sekitar 29 unit kendaraan.

Wanny pun optimistis target tercapai karena Audi dari pertengahan tahun ini melakukan promosi penjualan yang diklaim efektif menggenjot pasar. Promosi tersebut dilakukan melalui program kepemilikan audi dengan uang muka Rp99 juta untuk seri A4, A6, dan Q5, dengan tenor empat tahun.

“Promo itu kami lakukan pada line up yang saat ini paling banyak diminati dan hasilnya cukup efektif. Memang banyak peminatnya tapi masalah diharga. Selama empat tahun tersebut, konsumen tinggal mengendarai da nisi bahan bakar. Servis dan suku cadang tertentu gratis,” ujarnya.

Promo tersebut hasilnya memang cukup disarasakan Audi. Buktinya, di ajang motor show September lalu promo itu mendulang sekitar 60 unit pembelian. Kuartal III/2014 pun Audi mencatatkan penjualan terbanyak mencapai 88 unit.

Pada kuartal I dan II/2014 masing-masing terbukukan 67 unit dan 80 unit kendaraan terjual. Pada kuartal terakhir Wanny berharap Audi dapat mengatrol penjualan sebesar 10%-15%. Hingga September penjualan terbanyak Audi disumbangkan oleh produk A4 sebanyak 100 unit dan A6 T Fsi sebanyak 70 unit.

Wanny mengatakan, pada 2015 pihaknya optimistis pasar Audi akan kembali bergairah. Persentase kenaikan pasar ditaksir 10%-15%. Optimisme tersebut tak lepas dari harapan pabrikan Jerman tersebut terhadap kebijakan pemerintah baru.

Meski demikan Audi belum menetapkan target penjualan yang ingin diraih pada tahun depan. Untuk mendongkrak penjualan pada 2015, Wanny beserta jajarannya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu terkait produk mana yang kelak akan ditonjolkan.

“Kalau untuk audi kami akan evaluasi produk yang akan dikeluarkan. Apakah kami mau fokus di entry level seperti A4, atau menonjolkan yang lebih premium seperti A8 serta model S3 yang lebih sporty,” ucapnya.

Tapi Wanny memprediksi pasar akan mengarah ke segmen top the line Audi seperti A8, S3, RS 4, RS 5, R8, TT S. Wanny pun menyatakan, pihak prinsipal belum memiliki rencana menambah jaringan baru. Saai ini Audi memiliki empat diler 3S di Jakarta. Selain itu terdapat pula outlet Audi non 3S di Bandung, Surabaya, Semarang dan Jogjakarta. Audi lebih mengedepankan perbaikan serta penambahan fasilitas outlet yang ada.

Terkait kenaikan harga bahan bakar akhir tahun ini, Wanny menambahkan hal tersebut tidak akan mempengaruhi harga Audi. Harga Audi saat ini menurutnya sudah menutupi cost distribusi kendaraan tersebut.

“Biaya distribusi pun tidak terganggu karena sampai 95% pengguna Audi ada di Jakarta. Selama ini tidak mempengaruhi harga. Harga sudah dalam jangkauan kami untuk bisa menutupi itu. Tidak pernah ada kenaikan khusus karena harga bahan bakar,” ujar Wanny.

Tag : otomotif
Editor : Martin Sihombing
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top