Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Mobil Selain Merek dari Jepang Diprediksi Masih Bergairah

Pada sebuah perjumpaan, pembicaraan di ujung telepon, hingga berakhir pada secarik kertas yang disebut dengan laporan bulanan, saya selalu menemukan sepotong kata yang bermakna positif, prospektif, bahkan cerah.
Emanuel Tome Hayon
Emanuel Tome Hayon - Bisnis.com 10 Desember 2013  |  01:27 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pada sebuah perjumpaan, pembicaraan di ujung telepon, hingga berakhir pada secarik kertas yang disebut dengan laporan bulanan, saya selalu menemukan sepotong kata yang bermakna positif, prospektif, bahkan cerah.

Kata itu adalah “optimistis”.Paling tidak, ini adalah sepenggal kata yang selalu menghiasi ucapan beberapa petinggi atau bos dari agen tunggal pemegang merek mobil yang saya kelompokkan sebagai produsen di luar Jepang.

Kelompok pertama adalah mobil Korea yang sedang bertumbuh dengan baik seperti Hyundai dan KIA. Kelompok Kedua adalah mobil Eropa yang selalu mengedepankan produk dengan keamanan dan kualitas produk yang mewah seperti Mercedes Benz, BMW, Volvo, Volkswagen, Peugeot, Audi, dan Jaguar, serta Land Rover.

Sementara itu, kelompok ketiga adalah mobil Amerika Serikat yang sedang mendulang pertumbuhan luar biasa, seperti Chevrolet, Chrysler, dan Ford.

Pengelompokan yang saya buat ini dimaksudkan untuk memahami bahwa pemain otomotif di Indoensia tidak saja dimiliki oleh produsen Jepang tetapi juga dimiliki oleh produsen di luar Jepang.

Di sisi lain, para penantang non Jepang ini sedang bertumbuh dengan baik bahkan mulai merebut hati konsumen lokal dengan produk yang lebih kreatif dan modis.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), nampak pertumbuhan yang luar biasa pada ATPM non Jepang sepanjang Januari—Oktober 2013.

Produk Korea yang berada di bawah payung PT Hyundai Mobil Indonesia bahkan mendapatkan keberuntungan dengan total pencapaian 164,1% sepanjang Januari—Oktober 2013 menjadi 3.379 unit dibandingkan dengan penjualan pada periode yang sama pada tahun lalu yakni 1.279 unit.

Sesama produk Korea lainnya yang berada di bawah bendera PT KIA Mobil Indonesia turut mencatatkan penjualan sepanjang Januari—Oktober 2013 mencapai 10.033 unit.

Pada pabrikan Eropa, PT Mercedez Benz Indonesia mencatatkan pertumbuhan penjualan 8,28% sepanjang sepuluh bulan pertama menjadi 3.884 unit dibandingkan dengan penjualan pada periode yang sama tahun lalu yakni 3.550 unit. BMW Indonesia bahkan mencatatkan pertumbuhan penjualan dalam periode yang sama padda 2013 yakni 1.961 unit.

Sementara itu, Volvo mencatatkan pertumbuhan penjualan 19 unit, Volkswagen 911 unit, Peugeot 258 unit, Audi 343 unit, Jaguar 49 unit, dan Land Rover 77 unit.

Pada sisi lain, peruntungan luar biasa juga dinikmati oleh pabrikan Amerika seperti, PT General Motors Indonesia yang bahkan mengalami pertumbuhan penjualan sepanjang Januari—Oktober 2013 mencapai 13.060 unit.

Pertumbuhan luar biasa ini melampaui penjualan sepanjang tahun lalu yang hanya tercatat mencapai 5.643 unit. Produk AS lain seperti Chrysler juga mencatatkan penjualan besar pada periode sepuluh bulan 2013 yakni 838 unit, dan Ford 545 unit.

Presiden Direktur PT General Motors Indonesia yang baru, Michael Dunne menjelaskan meningkatnya pertumbuhan penjualan mobil di Indonesia dalam dua tahun terakhir membuat produsen utama Chevrolet di Amerika Serikat bertekat menjadikan Indonesia sebagai Negara kedua setelah Cina dalam hal penjualan.

“Kita tahu laju ekonomi Indonesia masih stabil dan baik, apalagi meningkatnya kelas menengah Indonesia memungkinkan daya beli juga semakin bertumbuh,” ujarnya melalui surat elektronik, Senin (9/12/2013).

Menurutnya, pasar otomotif Indonesia memang menjadi bahan pembicaraan dari segala produsen luar negeri pada beberapa bulan belakangan. Hal ini, ungkapnya, sejalan dengan pasar otomotif di AS dan Eropa yang kian susut akibat dampaknya pelemahan ekonomi pada beberapa tahun belakangan ini.

Melihat pertumbuhan penjualan Chevrolet Spin, Dunne menerangkan, prospek produk low MPV andalan PT GMI akan terus berkembang meskipun masih dikuasai oleh produk Jepang seperti Toyota Avanza. Untuk mewujudkan hal itu, PT GMI akan terus memperluas dilernya ke seluruh Indonesia yang hingga kini telah mencapai 40 diler dan 700 toko suku cadang Chevrolet.

Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia Mukiat Sutikno menjelaskan untuk memperkuat pasar di Indonesia, HMI akan memperkuat segmen SUV dengan menghadirkan produk andalannya Hyundai Santa Fe.

“Kami mendorong peningkatan penjualan SUV Hyundai Santa Fe. Ini karena pasar SUV di Indonesia masih sangat menjanjikan, apalagi kelas menengah semakin bertambah,” tuturnya.

Mukiat menambahkan SUV sebagai produk dengan daya tampung penumpang sebanyak tujuh orang ini merupakan pilihan lain setelah segmen low MPV yang sangat merajai jalanan. Santa Fe, ujarnya, sebagai perwujudan keinginan konsumen lokal dimana tampilannya sudah semakin modis dan garang di jalanan.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto menjelaskan prospek mobil non Jepang masih tetap bertumbuh pada tahun depan.

Optimisme ini, sambungnya, sejalan dengan produk-produk baru produsen non Jepang yang sudah di rancang dengan kondisi lokal dan perubahan total pada modelnya.

“Tetap bertumbuh penjualannya meski perlu diperhatikan juga hambatan ekonomi,” ujarnya.

Di sisi lain, Jongkie menambahkan adanya fitur yang lebih canggih dan efisiensi bahan bakar juga menjadi faktor utama mobil non Jepang dapat bertumbuh dengan baik sejalan dengan gempuran produk Jepang yang juga ikut menghiasi pasar otomotif domestik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hyundai Toyota Astra Motor
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top