Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tips Berkendara: Konsentrasilah Saat Mengemudi

Konsultan Keselamatan Jalan dan Direktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan yang sering dialami adalah distraksi mental atau adanya gangguan yang mengalihkan perhatian
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 13 November 2013  |  13:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA- Pada suatu siang di bulan Mei, Narita Indrastiti tengah mengendarai mobilnya dari Tangerang menuju Jakarta. Di tengah-tengah perjalanan yang lancar, tetiba telepon selularnya berbunyi. Dia tahu itu adalah panggilan masuk dari kantornya.

Konsentrasi wanita 24 tahun yang berkarir sebagai jurnalis di salah satu surat kabar tu akhirnya terpecah. Satu hal pada kondisi jalan dan lainnya adalah telepon dari tempat kerjanya. 

“Itu pas kantor yang telepon jadi kuangkat sebentar. Aku tahu, itu (berkendara sembari menelpon) sebenarnya tidak boleh,” ujar Narita.

Beberapa saat di tengah-tengah percakapan, dia terkejut lantaran ada pengendara sepeda motor yang seketika menyalip. Untungnya, Narita dapat mengendalikan mobilnya sehingga kecelakaan berhasil dihindari.

Kejadian kecil ini begitu melekat di benaknya. 

“Kalau memang yang telepon itu [terkait hal] penting banget, ya aku minggir dulu. Dan kalau sedang di tol, aku enggak berani angkat,” kata Narita.

Narita mungkin bukanlah pengendara satu-satunya yang mengalami hal tersebut. Berbincang melalui telepon selular ketika sedang di belakang kemudi sangat tidak dianjurkan.

Konsultan Keselamatan Jalan dan Direktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan yang sering dialami adalah distraksi mental atau adanya gangguan yang mengalihkan perhatian.

Menerima telepon, memainkan gadget maupun perangkat hiburan elektronik lain hingga menuntaskan riasan wajah adalah sejumlah aktivitas yang menyebabkan hal itu. 

Jusri menuturkan distraksi mental juga terjadi saat melamun alias bengong. Saat berkendara, terkadang pengemudi memikirkan hal lain yang tak berkaitan dengan mengemudi.

“Untuk menghindari ini pengendara harus sadar bahwa mengemudi adalah fulltime job, artinya tidak boleh menyambi hal lain selain mengamati lalu lintas dan kendaraan di sekeliling,” kata Jusri.

Jangan saat mengemudi berpikir pada kerjaan yang menumpuk atau masalah lain.

JENIS DISTRAKSI

Dia menegaskan distraksi mental bisa mengakibatkan kemampuan kognitif pengemudi menurun. Misalnya saat menelepon, papar Jusri, yang mengakibatkan pengemudi terganggu dengan isi pembicaraan telepon saat menjalankan kendaraan.

Jusri menjelaskan ada empat jenis distraksi bagi pengendara kendaraan bermotor selain mental. Pertama, distraksi rute perjalanan, ini terkait dengan konsentrasi mencari jalur dan mengontrol setir.

Tiga distraksi lainnya a.l. terkait dengan penglihatan, gangguan dari dalam mobil, serta distraksi lantaran menghadapi kondisi lalu lintas yang tidak biasa. Terlalu lama memperhatikan billboard iklan di sisi jalan termasuk kategori distraksi pengelihatan. Menurut Jusri, hal itu menyebabkan fokus pengemudi terhadap kondisi lalu lintas di sekelilingnya berkurang.

“Boleh melirik yang ada di sisi jalan tapi jangan sampai melihat. Kalau sampai 1 menit memperhatikan itu namanya melihat,” kata Jusri.

Sedangkan distraksi dari dalam mobil contohnya, gangguan dari anak-anak yang biasanya menangis atau bermain. Bisa juga terpengaruh suara penumpang, misalnya, si pengemudi diajak bicara tentang topik yang relatif berat.

Sementara itu, distraksi yang disebabkan tak biasa menghadapi kondisi tertentu, seperti seseorang yang terbiasa mengendarai mobil transmisi otomotis lantas tetiba membawa transmisi manual. Dan mungkin saja,

Narita tak ingin kembali mengalami kejadian serupa di jalan raya. Pengalaman pada Mei silam bisa jadi sudah cukup menjadi pengingat yang baik di benaknya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips mobil tips otomotif tips otomotif
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top