Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mobil Hybrid Mahal, Program LCE Kurang Diminati?

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ragu program mobil rendah emisi bisa diterima oleh konsumen domestik dalam skala besar, seperti halnya mobil murah.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 01 Oktober 2013  |  16:42 WIB
Mobil Hybrid Mahal, Program LCE Kurang Diminati?
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ragu program mobil rendah emisi bisa diterima oleh konsumen domestik dalam skala besar, seperti halnya mobil murah.

Alasannya, karakter kendaraan rendah emisi cenderung memakan biaya produksi besar sehingga harga jualnya juga akan mahal.

Tahun depan, Kemenperin berjanji menerbitkan aturan khusus untuk program mobil rendah emisi atau Low Carbon Emission (LCE) Program.

Perbedaannya, harga jual LCGC sebelum pajak dipatok maksimal Rp95 juta per unit tetapi LCE bisa berkali lipat dari itu.

Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengungkapkan bentuk LCE tak mudah diserap oleh pasar Indonesia, apalagi kendaraan bermesin hybrid.

Mobil ini menggunakan dua jenis mesin, besin dan motor listrik, sehingga ongkos produksinya lebih mahal. Mobil hybrid masuk kategori barang mewah.

"Hybrid itu harga produksinya masih mahal. Saya belum yakin mobil tersebut bisa laku terjual di Indonesia. Kalau harganya mahal, orang kebanyakan tidak bisa beli," katanya kepada Bisnis, Rabu (1/10/2013).

Gaikindo mencatat dari keseluruhan penjualan mobil baru nonsedan selama Januari-Agustus 2013, populasi terbanyak adalah kendaraan serbaguna murah (low multi purpose vehicle/LMPV). Porsinya mencapai 33,49% atau 257.157 unit dari total wholesales (penjualan dari pabrikan ke diler) 767.856 unit.

Menurut Jongkie, ini menunjukkan konsumen kendaraan bermotor roda empat di dalam negeri mayoritas dari kelas ekonomi menengah, sedangkan mobil hybrid cenderung masuk ke kelas atas lantaran harganya mahal.

"Sekitar 50% dari realisasi penjualan 1,1 juta unit tahun lalu adalah mobil harga di bawah Rp200 juta. Sedangkan hybrid, tidak mungkin ada yang harganya di bawah itu. Daya beli masyarakat kita belum ke mobil LCE," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gaikindo LCGC mobil murah mobil hybrid lce
Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top