Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Renault Luncurkan Duster di Indonesia Lewat Indomobil

Bisnis.com, JAKARTA — PT Indomobil Sukses International Tbk Group menandatangani kerja sama dengan produsen mobil tertua dunia asal Prancis Renault untuk kembali meluncurkan produk Renault di pasar Indonesia.
Emanuel Tome Hayon
Emanuel Tome Hayon - Bisnis.com 18 September 2013  |  17:17 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Indomobil Sukses International Tbk Group menandatangani kerja sama dengan produsen mobil tertua dunia asal Prancis Renault untuk kembali meluncurkan produk Renault di pasar Indonesia.

Presiden Direktur  Indomobil Group Jusak Kertowidjaja mengatakan Renault yang bertekad memperkuat fondasi di masa datang memperkenalkan Duster, dan menjadi icon eksistensi Renault di Indonesia.

Duster menjadi mobil pertama yang diluncurkan pada September 2013. Disusul SUV premium Koleos dan mobil sport Megane R.S. 

"Model ini untuk memperkuat posisi Renault sebagai pilihan khusus di Indonesia dengan penekanan pada performa mesin, kelas premium serta teknologi terkini,” ungkapnya pada penandatangan kerja sama Indomobil dan Renault, Rabu (18/9/2013).

Terkait dengan brand mobil Eropa yang mahal, Jusak menyampaikan produk Renault memiliki strategi bisnis tersendiri agar diterima oleh konsumen dalam negeri. Salah satunya dengan harga  yang tidak terlalu mahal dibandingkan produk Eropa lainnya.

Rencananya, produk Renault bakalan dibanderol dengan harga terjangkaau pada kisaran Rp200 juta an. Dengan harga mobil yang tidak terlalu tinggi maka dipastikan produk Renault akan menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.

Dia mengatakan  dalam pelaksanaannya, Indomobil Group akan membantu membangun jaringan distribusi pasar khusus untuk produk Renault, dengan membangun 30 showroom hingga 2016 dan bertambah pada tahun berikutnya.

Jusak menambahkan perakitan produk Renault akan dikerjakan di pabrik di Pulogadung,  yang selama ini dipakai untuk perakitan produk merek Hino yang sejak beberapa saat lalu sudah tidak digunakan lagi. “Jadi kekosongan ini kita pakai untuk perakitan produk yang diimpor dalam bentuk tidak utuh [complete knock down] langsung dari pusat pabrik Renault Prancis. (foto: static.ibnlive.in.com)

Dengan menggunakan pabrik yang telah digunakan ini, sambungnya, investasi untuk perakitan produk Renault hanya senilai Rp20 miliar, yang dikhususkan untuk pengadaan peralatan robotik (tools) dalam perakitan produk.

Pabrik ini, lanjutnya, memiliki kapasitas produksi 30.000 unit per tahun yang dikhususkan untuk merakit produk Renault. Selain itu, lanjutnya, Indomobil sebagai distributor di Indonesia telah menargetkan penjualan per tahun untuk produk Renault sebanyak 5.000 unit.

Sementara itu, terkait komponen CKD untuk perakitan, Jusak memaparkan komponen lokal dalam negeri masih dibatasi karena butuh kesiapan yang baik dan kesamaan persepsi karena Renault memiliki brand yang berbeda dengan produk eropa lainnya sehingga produk lokal Indonesia baru bisa dipakai dalam beberapa tahun ke depan sejalan dengan peningkatan penjualan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indomobil renault
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top