Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Bengkel Siaga Tangkap Cuan Mudik, Nestapa Tanah Abang, Hingga Borong Saham BMRI

Ulasan tentang kalangan agen pemegang merek otomotif yang meraup berkah cuan mudik lebaran, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, Selasa (9/4/2024).
Top 5 News. Sumber: Canva
Top 5 News. Sumber: Canva

Bisnis.com, JAKARTA — Merek otomotif sigap membuat program bengkel siaga mudik Lebaran. Selain untuk membangun citra merek, layanan purnajual ini juga menjadi siasat jitu menangkap cuan di siklus tahunan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kalangan agen pemegang merek otomotif menyambut tradisi mudik Lebaran 2024 dengan menggelar program spesial, termasuk menyiagakan layanan bengkelnya.

Sama juga seperti musim mudik sebelumnya, terutama sebelum pandemi Covid-19, momentum mudik selalu memacu peningkatan trafik kunjungan pelanggan ke bengkel perbaikan. Terlebih, arus mudik kali ini menunjukkan peningkatan.

Lantaran hal itu pula, membangun layanan servis menjelang momentum mudik masyarakat rutin dilakukan oleh para merek kendaraan bersama para jaringan diler.

Ulasan tentang kalangan agen pemegang merek otomotif hingga bengkel mobil independen yang meraup berkah cuan mudik lebaran, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, selain beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik tersaji dari meja redaksi Bisnisindonesia.id.

Berikut intisari dari top 5 News Bisnisindonesia.id yang menjadi pilihan editor, Selasa (9/4/2024):

 

Wanti-Wanti dan Apresiasi Jokowi Pelaksanaan Mudik Lebaran 2024

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri untuk mengawal arus mudik dan balik Lebaran 2024, dengan memastikan pelayanan terbaik bagi sekitar 193 juta pemudik tahun ini. Menurutnya, penanganan mudik lebaran 2024 lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Presiden juga memperkirakan tingkat kecelakaan pada mudik dan arus balik lebaran 2024 akan lebih baik secara tahunan karena peningkatan manajemen lalu lintas. Meski begitu Jokowi mengakui situasi di Pelabuhan Merak membutuhkan perhatian khusus. 

“Secara umum, sedikit simpul pemudik yang perlu memerlukan yang lebih fokus, salah satunya di Pelabuhan Merak dan pengendara sepeda motor di Pelabuhan Ciwandan,” katanya. 

Dia menilai perencanaan yang rapi akan melahirkan pelaksanaan yang baik. Hal ini terlihat dengan tidak adanya antrean panjang di bandara, stasiun, maupun terminal.

 

Bengkel Siaga Menangkap Cuan Mudik Lebaran

Toyota, salah satu agen pemegang merek otomotif yang siaga meraup berkah cuan mudik lebaran, dengan mengoperasikan 13 Posko Siaga, 297 Toyota Bengkel Siaga, Toyota Mobile Service (TMS) dan Emergency Roadside Assistance (ERA) untuk jalur utama mudik dan balik nasional.

Bagi Toyota, penyediaan layanan-layanan tersebut merupakan wujud komitmen menghadirkan mobil dan solusi mobilitas yang lebih baik, sekaligus memberikan total ownership experience berkelanjutan.

Daihatsu tak ketinggalan dengan mengaktifkan 74 bengkel siaga. Demikian pula Honda (21 unit), Mitsubishi Motors (55 unit), Suzuki (29 unit), Hyundai (28 unit), Isuzu (8 unit), Wuling (55 unit), Mazda (10 unit), hingga Chery (5 unit).

Chery terbilang pendatang baru di pasar Indonesia. Sampai dengan akhir Februari 2024, populasi mobil Chery sebanyak 4.829 unit, termasuk mobil listrik Omoda E5 yang telah diterima 1.000 konsumen di berbagai kota di Indonesia.

 

Adu Cuan Rapor Bank Konglomerat, Siapa Jawara?

Sejumlah konglomerat termasuk Hartono bersaudara atau Grup Djarum hingga Chairul Tanjung menjajal kue bisnis di sektor perbankan. Sepanjang 2023, bank mereka mencatatkan kinerja beragam.

Perbankan milik konglomerat mencatatkan kinerja moncer, misalnya saja bank milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo, PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP). Bank MNC mencatatkan laba bersih Rp77,91 miliar pada 2023, melesat 48,4% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya Rp52,5 miliar.

Selanjutnya, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) milik Hartono bersaudara mengantongi laba Rp48,6 triliun sepanjang 2023, naik 19,4% yoy. BCA sendiri menjadi bank milik konglomerat terbesar di Tanah Air.

Akan tetapi, bank besutan Chairul Tanjung lainnya yakni Bank Mega mencatatkan kinerja laba yang merosot 13,13% yoy, menjadi Rp3,51 triliun pada 2023. Wakil Direktur Utama Bank Mega Diza Larentie menyebut ada dua faktor yang menjadi penyebab lesunya kinerja laba bank pada 2023. Pertama adalah kenaikan biaya dana alias cost of fund (CoF). Kedua, adanya tantangan untuk penyaluran kredit. 

 

Nestapa Tanah Abang Jelang Lebaran

Dalam dua tahun terakhir, geliat perdagangan di Pasar Tanah Abang menghadapi gejolak. Selain akibat lesunya daya beli masyarakat, kehadiran situs dagang-el selama dalam tiga tahun terakhir memberi pukulan bagi pusat grosir terbesar di Indonesia ini.

Salah satunya terlihat dari aktivitas kuli angkut di Pasar Tanah Abang yang juga terus menurun. Aktivitas kuli angkut di pasar grosir terbesar di Indonesia ini dipengaruhi oleh aturan ihwal pengantaran barang. 

Pihak pedagang atau pemilik toko dulu dilarang membawa barang dagangannya sendiri. Namun, aturan tersebut kini ditiadakan. Alhasil, pendapatannya dari hasil pengantaran paket seketika merosot.

Berpalingnya para pedagang dari jasa porter tidak hanya disebabkan oleh penghapusan aturan tadi. Siasat ini merupakan upaya dari pedagang, walaupun fluktuatif, untuk menekan pengeluaran mereka. Semakin banyak pembeli yang mulai beralih belanja secara online melalui platform e-commerce juga menjadi sebab.

 

Direksi Bank Mandiri (BMRI) Ramai-Ramai Borong Saham Jelang Lebaran 2024

Sejumlah Direksi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. tercatat memborong saham perseroan pada pekan lalu menjelang momen lebaran 2024. Angkanya hingga miliaran rupiah.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar tercatat membeli saham BMRI dalam tiga kali transaksi dengan total nilai Rp2,06 miliar.

Lalu, Direktur Kepatuhan dan SDM Bank Mandiri Agus Dwi Handaya membeli 437.000 saham dengan harga Rp6.850 pada 1 April 2024. Total transaksi atas saham tersebut mencapai Rp2,99 miliar 

Kemudian, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo membeli 300.000 saham BMRI dengan level harga Rp6.750 pada 2 April 2024. Total transaksi saham tersebut mencapai Rp2,03 miliar 

Tak mau kalah, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi juga menyerok 224.100 saham dengan harga Rp6.700 pada 3 April 2024. Harga yang ditransaksikan dirinya mencapai Rp1,5 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Nurbaiti
Editor : Nurbaiti
Sumber : Bisnisindonesia.id
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper