Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tesla Setop Produksi Imbas Konflik Laut Merah

Konflik Laut Merah yang melibatkan Pasukan Sekutu dan Kelompok Houthi menggangu rantai pasok Tesla.
Logo Tesla yang dipotret pada Selasa (18/5/2021), berlokasi di pabrik Gruenheide, Jerman. - Bloomberg/Liesa Johannssen-Koppitz
Logo Tesla yang dipotret pada Selasa (18/5/2021), berlokasi di pabrik Gruenheide, Jerman. - Bloomberg/Liesa Johannssen-Koppitz

Bisnis.com, JAKARTA-  Produsen mobil listrik Tesla mengatakan akan menghentikan sementara produksi mereka di pabriknya di Jerman selama dua pekan seiring konflik Laut Merah yang meningkat.

Konflik Laut Merah yang ditandai serangan kelompok Houthi serta gempuran Pasukan Sekutu ke Yaman telah mengganggu rantai pasokan Tesla.

 “Karena kekurangan komponen, kami terpaksa menghentikan produksi kendaraan di [pabrik Tesla] GigaBerlin pada 29 Januari hingga 11 Februari, dengan pengecualian pada beberapa bagian-bagian tertentu,” kata Tesla dalam pernyataannya, dikutip dari Antara pada Jumat (12/1/2023).

Pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat itu berencana melanjutkan produksinya pada 12 Februari, tambah pernyataan itu.

Serangan Houthi terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah telah menyebabkan perusahaan-perusahaan logistik terpaksa menggunakan rute alternatif yang menyebabkan kenaikan tarif pengiriman dan penundaan pengiriman.

Laut Merah adalah jalur pelayaran penting yang menghubungkan Eropa, Afrika, dan Asia. Rute ini menyumbang hampir 12 persen dari lalu lintas perdagangan global melalui laut.

Houthi telah melancarkan 27 serangan di Laut Merah sejak 19 November, kata militer AS pada Kamis.

Sebagai balasannya, militer Amerika Serikat dan Inggris melancarkan serangan rudal yang menyasar kelompok Houti Yaman pada Jumat pagi.

Serangan itu menyasar sejumlah lokasi kelompok Houti di beberapa kota di Yaman. Gempuran itu merupakan balasan atas serangan-serangan Houti terhadap kapal-kapal dagang, yang dianggap memiliki keterkaitan dengan Israel, di Laut Merah.
 

Presiden AS Joe Biden mengatakan pada Jumat bahwa ia memerintahkan serangan tersebut “sebagai tanggapan langsung terhadap serangan Houthi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kapal-kapal maritim internasional di Laut Merah.”

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Newswire
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper