Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KTT G20: Mobil Listrik Hilir Mudik di Jalanan Bali, Hening Tanpa Deru Mesin

Suasana jalan jalanan bypass Ngurah Rai yang ramai dalam beberapa detik berubah sunyi ketika iring-iringan kendaraan listrik melintas.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 12 November 2022  |  11:00 WIB
KTT G20: Mobil Listrik Hilir Mudik di Jalanan Bali, Hening Tanpa Deru Mesin
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana menaiki mobil listrik menuju KITB, Batang, Jateng, Rabu (08/06 - 2022). (Foto: BPMI Setpres / Laily Rachev)
Bagikan

Bisnis.com, BADUNG — Deru mobil dan sepeda motor terus terdengar di ruas jalanan bypass Ngurah Rai, Bali yang padat. Dalam beberapa detik suasana berubah sunyi, ketika iring-iringan kendaraan listrik melintas.

Jalanan di sekitar Nusa Dua, Bali masih ramai oleh aktivitas masyarakat sekitar. Dalam hitungan menit selalu terlihat kendaraan dengan stiker atau ornamen G20 yang melintas, baik bus, mobil pribadi, atau kendaraan-kendaraan lainnya.

Dalam suasana ramai Jalan Bypass Ngurah Rai pada Jumat (11/11/2022) sore, selalu terjadi keheningan dalam beberapa menit. Suara mesin-mesin kendaraan seolah pudar ke arah barat, dan dari sisi timur tampak cahaya biru mendekat.

Cahaya biru itu berasal dari lampu strobo mobil polisi militer, yang tampak cukup jelas dari kejauhan. Namun, ketika semakin mendekat, bising suara mesin tetap tidak terdengar, hanya suara sirine yang muncul sesekali.

Mobil polisi militer itu memimpin iring-iringan delegasi sejumlah negara, yang bergerak ke arah timur atau menuju area Nusa Dua. Di satu iring-iringan, biasanya terdapat empat atau lima mobil delegasi, dengan motor voorijder yang berada di sela-selanya untuk pengamanan.

Ketika iring-iringan itu melintas suasana menjadi sunyi karena para delegasi menggunakan kendaraan listrik. Meskipun senyap, iring-iringan itu selalu menarik perhatian warga di sekitaran jalan.

“Malah takut ketabrak soalnya enggak kedengeran,” ujar salah seorang warga sambil bercanda, ketika melihat iring-iringan kendaraan listrik itu pada Jumat (11/11/2022) sore.

Selama 25 menit berdiam di pinggir Jalan Bypass Ngurah Rai, Bisnis melihat tujuh kelompok mobil delegasi G20 yang melintas. Iring-iringan itu muncul dalam interval empat atau lima menit, sehingga warga cukup merasakan pola ‘kesunyian’ yang muncul sejenak.

Di sela-sela melintasnya iring-iringan delegasi, kendaraan masyarakat melintas seperti biasa. Beberapa skuter vespa—dengan suara mesin dan asap knalpot yang khas—juga melintas, sehingga menimbulkan suasana yang sangat berbeda ketika iring-iringan delegasi melintas.

Delegasi-delegasi tersebut berasal dari negara-negara G20, yakni 19 negara dan Uni Eropa, serta negara-negara undangan. Seperti diketahui, Indonesia bukan hanya mengundang anggota G20 untuk hadir ke Bali, tetapi juga negara undangan seperti Ukraina.

Iring-iringan kendaraan itu tidak bisa diidentifikasi secara langsung delegasi dari negara mana, karena tidak terdapat bendera negara di kendaraannya—seperti halnya mobil kedutaan. Hanya terdapat tulisan Delegasi Negara angka sekian di plat kendaraannya.

Para delegasi akan menghadiri sejumlah acara, terutama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan berlangsung pada 15—16 November 2022. KTT Berlangsung di hotel The Apurva Kempinski, Nusa Dua—oleh karena itu iring-iringan kendaraan delegasi bergerak ke arah timur atau tenggara.

Awalnya, para delegasi G20 dikabarkan akan hadir mendekati pelaksanaan KTT. Namun, banyaknya iring-iringan yang melintas menunjukkan bahwa mereka sudah mulai berdatangan ke Pulau Dewata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

g20 KTT G20 G20 Indonesia Mobil Listrik
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top