Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Periode Juli, Penjualan Mobil Terkerek 29 Persen

Kinerja penjualan mobil domestik tembus 86.000 unit secara wholesales, sedangkan penjualan ritel mencapai 80.000 unit.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 10 Agustus 2022  |  13:06 WIB
Periode Juli, Penjualan Mobil Terkerek 29 Persen
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Penjualan mobil (wholesales) domestik pada periode Juli tahun ini disebut-sebut tembus 86.000 unit, atau tumbuh sekitar 29 persen dibandingkan 66.639 unit pada periode sama tahun lalu. Toyota Astra Motor masih menggenggam pangsa pasar terbesar sekitar 32 persen.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto mengungkapkan berkaca pada semester I/2022, kinerja pasar otomotif di dalam negeri telah berangsur pulih. Buktinya, penjualan secara wholesales, tercatat sebesar 475.321 unit, tumbuh 20,8 persen dari 393.466 unit kinerja pada semester I/2021.

Pada Juli, tren pemulihan itu berlanjut. Henry mengungkapkan kinerja penjualan domestik mencapai 86.000 unit secara wholesales, volume itu meningkat hampir 30 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Dari sisi penjualan ritel, periode Juli tercatat sebanyak 80.000 unit. “Karena itu, kami masih meyakini pasar otomotif tengah dalam tren yang sangat baik,” tambah Henry, Selasa (9/8/2022).

Tidak hanya itu, dia menegaskan meskipun kondisi makro ekonomi penuh tekanan, seperti inflasi yang tembus 4,5 persen serta depresiasi rupiah terhadap dolar AS, permintaan domestik masih cukup kuat. “Sebab Indonesia, masih jauh lebih baik dibandingkan negara lainnya. Indonesia meskipun ada inflasi yang tinggi, masih cukup beruntung dengan keberadaan komoditas dan bunga acuan yang cukup rendah,” simpulnya.

Hingga Juli, TAM mengklaim masih menguasai penjualan terbanyak, sekitar 32 persen dari total pasar domestik. “Yang terpenting bagi kami, kinerja ini stabil,” tukas Henry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top