Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kendaraan Listrik, 5 Brand Jepang Beroperasi di Bali hingga Akhir 2022

Kehadiran EV Smart Mobility akan membantu masyarakat melihat dan merasakan langsung bagaimana ekosistem kendaraan elektrifikasi bekerja.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 27 Juli 2022  |  21:34 WIB
Kendaraan Listrik, 5 Brand Jepang Beroperasi di Bali hingga Akhir 2022
Dealer Toyota. Pada September 2019, penjualan wholesales menyentuh angka 93.527 unit, sedangkan penjualan ritel mencapai 83.127 unit. - Auto2000

Bisnis.com, JAKARTA – Ekosistem kendaraan elektrifikasi EV Smart Mobility–Joint Project yang diinisiasi oleh lima agen pemegang merek (APM) otomotif, yaitu Mitsubishi Motors, Nissan, FUSO, Isuzu, dan Toyota mulai beroperasi di Bali. Proyek percontohan akan berlangsung sampai akhir tahun ini. 

EV Smart Mobility-Joint Project melibatkan berbagai jenis kendaran elektrifikasi baik dari segmen kendaraan penumpang maupun kendaraan komersial.

Proyek tersebut diharapkan bisa menjadi gambaran bagi masyarakat mengenai model ekosistem mobilitas ramah lingkungan yang menjadi arah kebijakan pemerintah ke depan.

Representative joint project Naoya Nakamura mengatakan bahwa EV Smart Mobility bertujuan mempopulerkan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Selain itu, mereka juga ingin menyukseskan posisi Indonesia sebagai presidensi G20 dan revitalisasi wisata ramah lingkungan di kawasan Bali.

“Apalagi salah satu isu penting yang memperkuat Indonesia sebagai tuan rumah presidensi adalah transisi energi menuju green economy,” katanya melalui keterangan pers, Rabu (27/7/2022).

Nakamura menjelaskan bahwa kehadiran EV Smart Mobility akan membantu masyarakat melihat dan merasakan langsung bagaimana ekosistem kendaraan elektrifikasi bekerja.

Melalui pendekatan multipathway, proyek tersebut diyakini dapat mempercepat memberikan pemahaman serta kehadiran berbagai teknologi ramah lingkungan yang mudah diakses publik.

Harapannya, seluruh pengguna dapat turut berkontribusi dalam langkah pengurangan emisi karbon melalui cara mereka masing-masing. Oleh karena itu, teknologi mobil listrik (BEV) dan hibrida plug in (PHEV) dihadirkan pada proyek tersebut.

“Kami harap lebih banyak lagi masyarakat yang dapat memiliki pengalaman merasakan kendaraan BEV dan PHEV yang kami hadirkan melalui line-up passenger car dan commercial car,” jelasnya.

Lima merek otomotif tersebut menyediakan berbagai kendaraan elektrifikasi andalannya dengan total 15 unit yang terdiri dari 13 unit kendaraan penumpang dan 2 unit kendaraan komersial.

Kendaraan penumpang berasal dari Toyota terdiri dari 5 Toyota C+pod yang mengadopsi teknologi Battery Electric Vehicle (BEV), 5 unit Toyota Prius dengan teknologi Plug-in Electric Vehicle (PHEV), kemudian 1 unit Nissan Leaf (BEV), 1 unit Mitsubishi Outlander (PHEV) dan 1 unit Mitsubishi Minicab-MiEV (BEV).

Sedangkan kendaraan elektrifikasi di segmen komersial diwakili 1 unit FUSO eCanter dan 1 unit EV Elf Truck dari Isuzu.

Line-up kendaraan elektrifikasi penumpang akan digunakan untuk mendukung mobilitas di kawasan Nusa Dua dan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali.

Sementara line-up komersial akan digunakan untuk mendukung logistik dan akan menjadi pertimbangan untuk berkolaborasi dengan bisnis lokal di wilayah Bali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toyota Agen Pemegang Merek Kendaraan Listrik bali mitsubishi
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top