Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mitsubishi Incar Pangsa Pasar 70 Persen Kendaraan Niaga Ringan di Sumsel

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) berupaya mempertahankan pangsa kendaraan niaga ringan di Sumsel seiring hadirnya New Colt L300.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 22 Juli 2022  |  19:04 WIB
Mitsubishi Incar Pangsa Pasar 70 Persen Kendaraan Niaga Ringan di Sumsel
Executive General Manager Sales&Marketing Division PT MMKSI Takahiko Iida (kedua dari kanan) didampingi Departement Head of Sales Region 3 PT MMKSI Tommy Adianto (tengah) dan VP PT Lautan Berlian Utama Motor Sumsel Babel Ekianto Tellys (kanan) berbincang saat peluncuran New Colt L300. -Bisnis - Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG — PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), distributor resmi kendaraan Mitsubsihi di Indonesia, menargetkan untuk tetap memimpin pasar kendaraan niaga ringan di Sumatra Selatan seiring hadirnya New Colt L300.

Sales Region 3 Departement Head PT MMKSI, Tommy Adianto, mengatakan saat ini mobil pick up legendaris produksi Mitsubishi itu memiliki pangsa pasar sebesar 65 persen selama dua tahun terakhir di Sumsel.

“Targetnya market share bisa naik jadi 70 persen dengan adanya model baru itu,” katanya saat jumpa pers terkait peluncuran New L300 di Palembang, Jumat (22/7/2022).

Tommy memaparkan rata-rata penjualan L300 di Sumatra Selatan (Sumsel) mencapai 87 unit per bulan pada tahun 2021. 

Sementara saat ini, penjualan L300 berkisar 80 unit per bulan. Menurutnya, varian baru berpotensi meningkatkan penjualan hingga 100 unit per bulan.

Apalagi, dia mengemukakan, New Colt L300 memiliki lima keunggulan, terutama menyangkut efisiensi bahan bakar di mana MMKSI mengklaim bisa lebih hemat 40 persen dibanding varian lama, tenaga dan kekuatan serta dimensi bak yang lebih panjang.

“Secara potensi market memang akan lebih baik dari tahun lalu karena pandemi sekarang mereda. Namun demikian, kami masih menghadapi tantangan penurunan produksi,” katanya.

Tommy melanjutkan penjualan kendaraan niaga di Sumsel juga sangat terpengaruh dengan perkembangan harga komoditas perkebunan dan pertambangan yang menjadi andalan provinsi itu.

“Saat harga sawit naik mencapai Rp3.000 per kilogram, penjualan L300 juga sangat terasa naik signifikan,” paparnya.

Sementara itu, Vice President PT Lautan Berlian Utama Motor Sumsel Babel, Ekianto Tellys, mengatakan pihaknya selaku diler meyakini New Colt L300 bisa mendongkrak penjualan.

Apalagi, kata dia, respon pasar cukup positif terhadap kehadiran varian baru itu. Hal tersebut tercermin dari surat pemesanan kendaraan (SPK) yang sudah mencapai 76 unit saat hari peluncuran.

“Konsumen di Sumsel ini banyak menggunakan kendaraan L300 untuk menunjang usahanya. Bahkan tak hanya mengangkut barang, ada juga yang untuk mengangkut penumpang di daerah-daerah,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mitsubishi sumsel
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top