Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Nilainya US$684,9 Juta, Deretan Impor Produk Otomotif China dari Skuter hingga Pintu Mobil

Belakangan, impor produk otomotif asal China mulai dari skuter hingga komponen mobil seakan mengalir deras, mencapai US$684,9 juta pada Januari-Mei tahun ini. Sedangkan, nilai ekspor terbilang kecil hanya US$13,7 juta, hasilnya neraca dagang otomotif pun defisit US$671,18 juta.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 24 Juni 2022  |  15:04 WIB
Nilainya US$684,9 Juta, Deretan Impor Produk Otomotif China dari Skuter hingga Pintu Mobil
Ilustrasi impor kendaraan dan bagiannya. - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- China merupakan kontributor impor produk otomotif terbesar ketiga bagi Indonesia. Namun, derasnya impor dari negeri tersebut, telah memperlebar jurang defisit perdagangan yang menempati peringkat kedua setelah defisit perdagangan otomotif dengan Jepang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait ekspor dan impor kendaraan bermotor dan bagiannya (otomotif) yang tertera dalam HS 87 (untuk CBU, CKD, dan komponen) dan HS 98 (untuk IKD), terjadi defisit cukup besar. Selama lima bulan pertama tahun ini, total nilai ekspor mencapai US$3,79 miliar.

Sebaliknya, nilai impor pada saat bersamaan tercatat sebesar US$3,89, sehingga menghasilkan defisit sekitar US$95,9 juta. Berdasarkan catatan BPS yang diolah Bisnis, defisit tersebut merupakan perdana sejak 2013. Pasca itu, neraca dagang otomotif Indonesia selalu menangguk surplus.

Belakangan, impor produk otomotif dari China seakan mengalir deras, mencapai US$684,9 juta pada Januari-Mei tahun ini. Sedangkan, nilai ekspor terbilang kecil hanya US$13,7 juta, hasilnya defisit US$671,18 juta.

Mengacu pada data BPS diolah Bisnis, Indonesia banyak mengimpor produk otomotif yang berasal dari China berupa parts dan aksesoris skuter (mopeds) dengan kode HS 871410190. Total nilai impor produk tersebut mencapai US$59,2 juta.

Di sisi lain, sejauh ini pasar skuter matik yang beredar di pasar domestik justru lebih banyak didominasi produsen asal Jepang, terutama para anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

Karena itu, merebaknya impor mopeds inipun dikaitkan dengan maraknya kehadiran skuter listrik. Tidak hanya aksesoris dan parts, China juga banyak melakukan impor terutama komponen seperti wheel rims (kode HS 87141050) sebesar US$21,73 juta, serta komponen utama seperti transmisi dan gearbox skuter (HS 87141040) sebesar US$13,6 juta.

Selain itu, terdapat impor komponen mobil penumpang asal China yang juga cukup besar. Nilai impor barang dengan kode HS 87084026 mencapai US$40,34 juta, selama Januari hingga Mei tahun ini.  Komponen mobil lainnya yakni menyangkut komponen pintu, seat belts, hingga wheels yang jika ditotal mencapai US$33, 1 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top